Tiongkok Desak AS dan Iran Segera Pulihkan Keamanan di Selat Hormuz

1 week ago 14
Tiongkok Desak AS dan Iran Segera Pulihkan Keamanan di Selat Hormuz Kapal-kapal berlayar di Selat Hormuz.(Anadolu)

PEMERINTAH Tiongkok mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk segera meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas pelayaran di Selat Hormuz. Seruan ini mengemuka pasca-aksi saling serang kedua negara yang kembali membara di jalur perairan internasional strategis tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menegaskan pentingnya memulihkan keamanan jalur perdagangan laut itu demi kepentingan global. Beijing pun menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

"Selat Hormuz adalah selat untuk navigasi internasional. Memulai kembali pelayaran yang aman dan bebas di Selat tersebut secepatnya akan menguntungkan semua pihak," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (13/7).

"Penyelesaian yang tepat diperlukan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan pelayaran melalui Selat Hormuz. Kekhawatiran di komunitas internasional membutuhkan tanggapan yang tepat," tambahnya.

Eskalasi di kawasan tersebut memuncak setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) meluncurkan serangan masif ke puluhan target di wilayah Iran. Operasi tersebut diklaim sebagai upaya Washington memangkas kemampuan militer Iran yang kerap mengganggu lalu lintas kapal komersial.

Dalam operasi kali ini, Pentagon mengerahkan kombinasi pesawat tempur, kapal perang, serta pesawat nirawak (drone). Bahkan, untuk pertama kalinya, AS menerjunkan drone laut serang sekali pakai (one-way attack sea drones).

Di lain sisi, Iran merespons keras aksi tersebut. Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah menghujani fasilitas militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman dengan rudal. Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sebelum AS angkat kaki dari kawasan tersebut.

Kembali pecahnya konflik ini mengoyak asa perdamaian di Timur Tengah. Padahal, pada 18 Juni lalu, Teheran dan Washington baru saja menandatangani nota kesepahaman perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan.

Kesepakatan tersebut sejatinya memuat poin-poin krusial, mulai dari penghentian segera pertempuran di semua front, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, hingga pembukaan kembali akses Selat Hormuz secara penuh.

Namun, kesepakatan itu kandas setelah kedua belah pihak kembali terlibat baku tembak pada 7 Juli lalu, dipicu oleh sengketa lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |