Ilustrasi--Skateboard(MI/Usman Iskandar)
TIMNAS skateboard Indonesia menetapkan target ambisius untuk ajang Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Skuad Merah Putih membidik perolehan tiga medali, yang terdiri atas satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Target tersebut disampaikan Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, saat melakukan visitasi perdana ke pusat pelatihan atlet di Bali pada Kamis (16/7). Optimisme ini didasarkan pada tren positif performa para atlet selama masa persiapan.
"Targetnya satu emas, satu perak, satu perunggu. Berdasarkan prediksi kami, saat SEA Games kita sudah mendapatkan satu emas dan satu perak dari Basral dan Malana. Kami melihat perkembangan latihan mereka cukup bagus," ujar Todotua, dikutip Senin (20/7).
Proyeksi Medali dan Kekuatan Atlet
Todotua merinci bahwa Basral Graito, peraih emas nomor street putra pada SEA Games 2025 Thailand, diproyeksikan menjadi tumpuan utama untuk meraih medali emas.
Sementara itu, Ni Wayan Malana Fairbrother yang sebelumnya meraih perak di SEA Games, diharapkan mampu mengamankan medali perunggu di level Asia.
Pelatih skateboard Indonesia, Anthony Adam Caya, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan prestasi dari edisi Asian Games sebelumnya. Sebagai catatan, pada Asian Games Hangzhou, Indonesia berhasil membawa pulang medali perak melalui Sanggoe Darma Tanjung di nomor street putra.
"Target saya ingin dapat emas kalau bisa. Namun, karena ini di Jepang, kami harus kerja keras dulu. Semoga bisa terwujud," kata Anthony.
Data Persiapan Timnas Skateboard Indonesia:
| Target Medali | 1 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu |
| Total Atlet | 8 Atlet (Street & Park Putra/Putri) |
| Lokasi Latihan | Amplitude, Motion, dan Kuta (Bali) |
| Rival Utama | Jepang dan Korea Selatan |
Tantangan dan Persiapan Teknis
Anthony mengakui bahwa persaingan di Aichi-Nagoya akan sangat berat, mengingat negara-negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan memiliki atlet-atlet kelas dunia.
Saat ini, delapan atlet Indonesia terus mengasah kemampuan di beberapa skatepark di Bali, dengan fokus utama di Amplitude karena fasilitasnya yang lengkap untuk nomor street dan park.
Terkait teknis lapangan, tim pelatih masih menunggu penyelesaian pembangunan arena pertandingan resmi di Jepang. Penyesuaian teknis terhadap karakter lintasan baru akan dilakukan secara intensif menjelang kompetisi dimulai agar para atlet dapat beradaptasi dengan cepat terhadap rintangan yang ada. (Ant/Z-1)

















































