KN. SAR Pacitan POB 28 org diberangkatkan dalam rangka BKO Operasi SAR Kecelakaan kapal terhadap KM.(Dok.Humas SAR Kendari)
TIM Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan memutuskan untuk memperluas area pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Memasuki hari keempat operasi pada Sabtu (18/7), fokus pencarian kini mencakup wilayah seluas 448 mil laut persegi (nautical mile/NM).
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa perluasan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penyisiran. "Kami membagi seluruh unsur SAR gabungan ke dalam beberapa sektor agar proses pencarian lebih maksimal," ujar Arif di Makassar.
Pembagian Sektor dan Armada
Operasi pencarian hari keempat ini melibatkan dua unit Search and Rescue Unit (SRU) dengan pembagian wilayah sebagai berikut:
- SRU 1: Menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana untuk menyisir sektor pertama seluas 140 NM persegi di sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang.
- SRU 2: Menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya 104 untuk menyisir sektor kedua seluas 308 NM persegi, meliputi perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar.
Selain armada yang sudah ada, Basarnas mendapatkan tambahan kekuatan dari Kantor Basarnas Kendari dan Maumere. KN SAR Pacitan dari Kendari dikerahkan dengan 28 personel, sementara KN SAR Puntadewa dari Maumere membawa 15 personel tambahan untuk memperkuat penyisiran di laut.
Data Korban dan Kendala Lapangan
Berdasarkan data terbaru, KM Nurul Salsa mengangkut total 78 orang saat kejadian. Hingga Sabtu (18/7), perkembangan evakuasi adalah sebagai berikut:
| Selamat | 52 Orang |
| Meninggal Dunia | 1 Orang |
| Dalam Pencarian | 25 Orang |
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menambahkan bahwa faktor cuaca, arah angin, dan dinamika arus laut di Perairan Selayar menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pencarian. Evaluasi terus dilakukan berdasarkan data meteorologi untuk menjangkau area prioritas.
Kronologi Kejadian
KM Nurul Salsa dilaporkan berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Namun, kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan, tepatnya di posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 NM dari Pelabuhan Benteng Selayar, hingga akhirnya tenggelam.
Meskipun hasil pencarian pada hari keempat masih nihil, tim SAR gabungan telah merencanakan penyisiran lanjutan pada Minggu (19/7) pagi. Fokus pencarian besok akan diarahkan ke pulau-pulau kosong tak berpenghuni di sekitar wilayah Pulau Sabalana. Untuk memudahkan koordinasi dan penyebaran informasi, otoritas telah mendirikan tiga posko utama di Makassar, Selayar, dan Jampea. (Ant/H-4)

















































