Tim PKM Universitas Khairun Perkuat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

1 week ago 12
Tim PKM Universitas Khairun Perkuat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Tim PKM Unkhair memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di SMA Negeri 4 Kota Ternate.(Dok.Istimewa)

KOMITMEN menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terus diwujudkan Universitas Khairun (Unkhair) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek. 

Salah satu langkah nyata dilakukan Tim PKM Unkhair dengan mengembangkan sistem pelaporan berbasis website sekaligus memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di SMA Negeri 4 Kota Ternate.

Program yang berlangsung sejak pertengahan Mei hingga Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Sekolah Aman Tanpa Kekerasan, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari praktik perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya.

Ketua Tim PKM Unkhair, Sri Ayu Budi Lestari, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu sekolah membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi informasi.

"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada tahap pelaksanaan program saja, tetapi dapat terus berlanjut melalui implementasi, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan. Tujuan utama kami adalah membantu sekolah memiliki sistem informasi dan pelaporan tindak kekerasan yang mudah diakses, aman, dan berbasis teknologi," ujarnya.

Pengembangan website tersebut diharapkan menjadi solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi sekolah, khususnya dalam proses pelaporan kasus kekerasan. Melalui sistem digital, siswa dapat melaporkan kejadian secara lebih mudah sehingga potensi keterlambatan penanganan dapat diminimalkan.

Kepala SMA Negeri 4 Kota Ternate, Jabur Jamil, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Khairun dan dukungan pendanaan program PKM. Menurutnya, sekolah telah merencanakan pembangunan sistem pelaporan berbasis website selama beberapa tahun, namun baru dapat direalisasikan melalui kolaborasi ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada Tim PKM Unkhair dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek atas dukungan yang diberikan. Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan sekolah dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan melalui pemanfaatan teknologi informasi," katanya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program kepada pihak sekolah, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pengelolaan website bagi para guru. Pelatihan yang dipandu Syarifuddin M. Kapita, tersebut membekali peserta dengan keterampilan mengoperasikan sistem, memahami fitur-fitur aplikasi, hingga tata kelola administrasi pelaporan secara digital.

GELAR PENYULUHAN
Tidak hanya menyasar tenaga pendidik, Tim PKM juga menggelar penyuluhan bertema "Sekolah Aman Tanpa Kekerasan" yang diikuti sekitar 320 siswa di aula SMA Negeri 4 Kota Ternate pada 8 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, para siswa memperoleh pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati dan berani melaporkan setiap tindakan kekerasan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti simulasi penggunaan website sebagai media pelaporan kasus kekerasan di sekolah.

Sebagai penutup kegiatan, Tim PKM melakukan implementasi langsung terhadap website yang telah dikembangkan. Para siswa diberikan pendampingan mengenai tata cara menyampaikan laporan secara aman dan bertanggung jawab melalui sistem yang telah disediakan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ama, mengungkapkan bahwa kehadiran website tersebut menjadi terobosan penting bagi sekolah. Selama ini, proses penanganan kasus sering terkendala karena banyak siswa enggan melapor akibat rasa takut atau malu.

"Sejak 2023 kami telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), namun pelaporan masih menjadi tantangan utama. Dengan adanya website ini, kami optimistis siswa akan lebih berani menyampaikan laporan sehingga setiap kasus dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan terukur," ujarnya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, Universitas Khairun berharap inovasi ini dapat menjadi model penguatan sistem perlindungan peserta didik di Indonesia Timur. Kehadiran teknologi yang dipadukan dengan edukasi diharapkan mampu membangun budaya sekolah yang lebih inklusif, responsif, dan bebas dari kekerasan, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bermartabat. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |