Penampilan Finalis Artist Accelerator(MI/Ghifari)
PROGRAM Mastercard Artist Accelerator Indonesia memasuki tahap akhir dengan menghadirkan tiga finalis musisi muda yang siap menampilkan karya terbaik mereka. Program ini dirancang untuk membantu musisi independen mengembangkan karier melalui mentorship, edukasi digital, serta pemahaman mengenai distribusi musik bersama SoundOn.
Dheeraj Raina, Senior Vice President & Head of Communications Southeast Asia Mastercard, mengatakan program tersebut hadir untuk menjawab tantangan musisi muda di era digital. Menurutnya, meski saat ini para kreator dan musisi memiliki akses luas terhadap platform digital, masih terdapat tantangan dalam mengubah jangkauan audiens menjadi karier yang berkelanjutan.
"Mastercard Artist Accelerator dibuat untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Kami mencari talenta-talenta baru, memberikan mentoring, dan berbagai dukungan agar mereka bisa berkembang menjadi artis yang mereka impikan," ujar Dheeraj di M Blok (12/7).
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengikut di media sosial, tetapi bagaimana seorang musisi dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan pendengarnya.
"Ini adalah perjalanan dari followers menjadi fans. Fans yang akan mengikuti mereka, membeli tiket konser mereka, bahkan mungkin bepergian ke negara lain ketika mereka tampil," katanya.
Dheeraj menuturkan, final showdown Mastercard Artist Accelerator Indonesia bukan menjadi akhir perjalanan para peserta, melainkan awal bagi perkembangan karier mereka di industri musik.
"Final malam ini bukan ending, tetapi menjadi launchpad untuk perjalanan mereka selanjutnya," ujarnya.
Dalam program yang berlangsung selama dua bulan tersebut, 10 musisi independen mengikuti berbagai sesi pelatihan dan mentoring sebelum akhirnya terpilih tiga finalis, yakni Jingga, Rimaldi, dan Gavenri.
Jingga mengatakan program tersebut membantunya memahami bahwa sebuah karya musik tidak hanya harus menjadi ruang untuk bercerita, tetapi juga mampu diterima dan dirasakan oleh pendengar.
"Selama ini fokus saya hanya bercerita. Tapi setelah mengikuti mentoring, saya belajar bahwa cerita yang saya buat juga harus bisa ditangkap dan dirasakan oleh orang lain," ujar Jingga.
Sementara itu, Rimaldi menilai pengalaman bersama Mastercard Artist Accelerator memberikan pemahaman baru mengenai sisi bisnis dalam industri musik. Menurutnya, musisi independen saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menciptakan karya, tetapi juga perlu memahami cara mendistribusikan dan mengomunikasikan musik kepada audiens.
"Kita sudah memahami proses produksi, tapi sekarang juga harus memahami bagaimana cara menyampaikan cerita itu kepada orang-orang melalui berbagai jalur, termasuk digital," kata Rimaldi.
Gavenri menambahkan, salah satu pelajaran penting yang diperolehnya dari program tersebut adalah pentingnya membangun jaringan di industri musik.
"Networking menjadi hal yang sangat penting. Selain belajar distribusi musik yang lebih baik, kami juga bertemu banyak orang baru di industri," ujarnya.
Dheeraj menyebut Mastercard melihat potensi besar musik lokal Asia Tenggara untuk berkembang secara global. Menurutnya, pertumbuhan pendengar musik lokal di kawasan tersebut terus meningkat sehingga diperlukan dukungan terhadap talenta-talenta baru.
"Di Asia Tenggara, kami melihat pertumbuhan pendengar musik lokal semakin besar. Karena itu kami ingin melakukan sesuatu di tingkat akar rumput untuk mendukung musisi lokal," jelasnya.
Ia menambahkan, Mastercard Artist Accelerator Indonesia diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang digelar secara rutin untuk membantu membangun ekosistem kreatif dan membuka peluang lebih besar bagi musisi muda.
"Ini bukan hanya sebuah pertunjukan. Ada banyak hal yang dilakukan di balik layar untuk membantu para artis berkembang," pungkas Dheeraj.



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)














