Alasan Sabo Makan Buah Iblis Mera Mera no Mi di One Piece

4 hours ago 2
Alasan Sabo Makan Buah Iblis Mera Mera no Mi di One Piece Sabo(Doc IMDB)

DALAM dunia One Piece, buah iblis bukan sekadar sumber kekuatan super, melainkan simbol dari tekad dan warisan karakter. Salah satu momen paling ikonik dalam seri karya Eiichiro Oda ini adalah ketika Sabo, Kepala Staf Pasukan Revolusi, memakan buah iblis Mera Mera no Mi. Keputusan ini tidak hanya mengubah peta kekuatan di Dressrosa, tetapi juga membawa beban emosional yang mendalam bagi para penggemar.

Mera Mera no Mi sebelumnya dimiliki oleh Portgas D. Ace, kakak angkat Luffy dan Sabo, yang tewas dalam Perang Puncak di Marineford. Kemunculan kembali buah ini di busur Dressrosa menjadi titik balik penting bagi perkembangan karakter Sabo. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai alasan dan latar belakang mengapa Sabo akhirnya memutuskan untuk memakan buah iblis tersebut.

1. Mewarisi Tekad dan Semangat Ace

Alasan utama dan yang paling fundamental adalah keinginan Sabo untuk menjaga warisan Ace tetap hidup. Bagi Sabo, Mera Mera no Mi bukan sekadar senjata, melainkan representasi fisik dari keberadaan Ace. Dengan memakan buah tersebut, Sabo merasa bahwa semangat Ace akan terus menyala di dalam dirinya.

Sabo merasa sangat bersalah karena tidak bisa hadir saat Ace dieksekusi akibat amnesia yang dideritanya. Setelah ingatannya kembali pasca-kematian Ace, Sabo bertekad untuk tidak akan pernah lagi membiarkan sesuatu yang berharga bagi saudaranya jatuh ke tangan orang yang salah.

2. Melindungi Luffy sebagai Kakak

Setelah kehilangan Ace, Sabo menyadari bahwa Luffy adalah satu-satunya saudara yang ia miliki. Di Dressrosa, Sabo menegaskan bahwa ia akan selalu datang membantu Luffy di mana pun ia berada. Dengan memiliki kekuatan Mera Mera no Mi, Sabo mendapatkan peningkatan kekuatan yang signifikan untuk memastikan ia bisa melindungi Luffy dari ancaman besar, seperti Pemerintah Dunia atau Yonko.

Momen Sabo mengambil alih peran Luffy di Colosseum untuk memenangkan buah tersebut menunjukkan betapa protektifnya ia terhadap adiknya. Ia tidak ingin Luffy harus menanggung beban memperebutkan warisan Ace sendirian di tengah kekacauan Dressrosa.

3. Mencegah Mera Mera no Mi Jatuh ke Tangan Musuh

Donquixote Doflamingo menggunakan Mera Mera no Mi sebagai umpan dalam turnamen di Corrida Colosseum. Banyak pihak berbahaya yang mengincar kekuatan api ini, termasuk Jesus Burgess dari Bajak Laut Blackbeard. Sabo sangat menyadari bahwa jika kekuatan Ace jatuh ke tangan orang jahat seperti Burgess, itu akan menjadi penghinaan terhadap memori Ace.

Sabo memastikan bahwa kekuatan "Tinju Api" tetap berada di dalam "keluarga" dan digunakan untuk tujuan yang mulia, bukan untuk kehancuran atau ambisi jahat kelompok bajak laut lain.

Proses Sabo Mendapatkan Mera Mera no Mi

Sabo menyamar sebagai "Lucy" menggantikan Luffy di babak final turnamen Corrida Colosseum. Dengan teknik bela diri Ryusoken (Cakar Naga) yang luar biasa, Sabo mampu menghancurkan arena pertandingan. Di tengah kekacauan tersebut, ia berhasil meraih buah iblis yang menjadi hadiah utama dan langsung memakannya di tempat.

Momen transformasinya sangat dramatis, di mana ia langsung menggunakan teknik khas Ace, Hiken (Tinju Api), untuk menghancurkan seluruh panggung. Ini menjadi pernyataan tegas kepada dunia bahwa kekuatan Ace telah kembali.

Sabo adalah satu-satunya karakter yang diketahui memakan buah iblis yang sebelumnya dimiliki oleh saudara angkatnya sendiri. Hal ini memperkuat tema "Will of D" atau tekad yang diwariskan dalam cerita One Piece.

Dampak Kekuatan Mera Mera no Mi bagi Sabo

Sebelum memakan buah iblis, Sabo sudah menjadi petarung tingkat tinggi berkat pelatihan langsung dari Monkey D. Dragon. Ia menguasai Busoshoku Haki yang sangat kuat. Penambahan elemen api memberikan dimensi baru pada gaya bertarungnya:

  • Kombinasi Haki dan Api: Sabo dapat melapisi serangan "Cakar Naga"-nya dengan api, menciptakan daya hancur yang jauh lebih besar.
  • Mobilitas: Seperti Ace, Sabo kini bisa bergerak lebih cepat dan menghindari serangan fisik berkat sifat logia dari buah tersebut.
  • Simbolisme: Sabo kini dikenal sebagai "Kaisar Api" (Entei), gelar yang menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan kekuatannya di mata dunia setelah peristiwa di Reverie.

Keputusan Sabo memakan Mera Mera no Mi adalah perpaduan antara cinta persaudaraan, penebusan dosa masa lalu, dan tanggung jawab strategis sebagai pemimpin Pasukan Revolusi. Dengan api yang kini mengalir di nadinya, Sabo memastikan bahwa api semangat Portgas D. Ace tidak akan pernah padam hingga fajar baru menyingsing di dunia One Piece. (Z-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |