Kiper Belgia Thibaut Courtois(Newyork Times)
KEKALAHAN Belgia dari Spanyol di babak perempat final Piala Dunia 2026 menyisakan luka mendalam bagi kiper muda Senne Lammers. Kendati demikian, penjaga gawang utama The Red Devils, Thibaut Courtois, memberikan pembelaan dan dukungan moral agar sang junior tidak larut dalam penyesalan pascablunder fatal di menit-menit akhir laga.
Bertanding di Stadion SoFi, Los Angeles, Courtois terpaksa ditarik keluar pada menit ke-71 oleh pelatih Rudi Garcia akibat mengalami cedera otot paha kanan. Lammers, kiper berusia 24 tahun yang bermain untuk Manchester City, masuk sebagai deputi di bawah mistar gawang.
Debut krusial Lammers ternoda pada menit ke-88. Ia gagal menangkap dengan sempurna sepakan jarak jauh bek Spanyol, Pau Cubarsi. Bola liar yang terlepas langsung disambar oleh Mikel Merino untuk mengunci kemenangan Spanyol 2-1.
"Saya langsung memeluknya dengan erat di ruang ganti. Senne adalah penjaga gawang berbakat yang hebat. Ujian pahit seperti ini justru akan menempa mentalitasnya menjadi jauh lebih kuat di masa depan," ujar Courtois kepada para wartawan pasca-laga, Sabtu (11/7).
Courtois, yang kini berusia 34 tahun, mengakui bahwa dirinya sempat memohon kepada tim medis dan pelatih untuk bertahan di lapangan selama 10 menit lagi guna menjaga ritme permainan tim. Namun, pelatih Rudi Garcia memilih langkah konservatif dengan menurunkan pemain yang bugar 100%.
"Saya merasa masih mampu melakukan beberapa penyelamatan penting. Tentu saja tidak ada satu pun pemain yang merasa bahagia ketika harus ditarik keluar dalam laga sekrusial perempat final Piala Dunia. Namun, saya menghormati otoritas pelatih," tambah bintang Real Madrid tersebut.
Dukungan senada juga mengalir dari lini belakang Belgia. Bek tengah Brandon Mechele menegaskan bahwa kekalahan tersebut merupakan tanggung jawab kolektif, bukan kesalahan tunggal Lammers.
"Bola tendangan Cubarsi memantul secara tidak terduga tepat di depan Senne, membuatnya sangat sulit diantisipasi. Kami sebagai pemain bertahan juga bersalah karena terlambat menutup ruang gerak Merino. Kami menang dan kalah sebagai sebuah tim," tegas Mechele.
Courtois meyakini Lammers akan segera memulihkan kondisi psikologisnya selama masa libur musim panas sebelum kembali ke Manchester untuk mengarungi kompetisi domestik dengan performa yang lebih matang.
(AFP/P-4)

















































