Terkait Pendakian Ilegal di Gunung Merapi, DPR RI Tegaskan, Aspek Keselamatan Tidak Bisa Ditawar-Tawar

1 week ago 11
Terkait Pendakian Ilegal di Gunung Merapi, DPR RI Tegaskan, Aspek Keselamatan Tidak Bisa Ditawar-Tawar Asap solfatara keluar dari kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (3/1/2025).(ANTARA/HENDRA NURDIYANSYAH)

WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menegaskan, aspek keamanan menjadi hal utama terkait aktivitas manusia di kawasan rawan bencana Gunung Merapi. Hal itu menanggapi vitalmya aktivitas  pendakian ilegal di puncak Gunung Merapi.

"Aspek keselamatan adalah hal utama yang tidak bisa ditawar," tegas dia dalam Kunjungan Kerja Spesifik di Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), pada Jumat (10/7), 

Ia juga menegaskan, terkait aktivitas penambangan ilegal dan pelanggaran lainnya, pihaknya mendorong Direktorat Jenderal Gakkum Kementerian Kehutanan untuk bertindak proaktif dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

Menurut dia, pemerintah pusat dan daerah juga wajib bekerja sama memikirkan opsi alternatif sumber penghidupan yang aman bagi warga sekitar, karena kita tidak boleh melarang tanpa memberikan solusi kesejahteraan. Artinya, penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) harus berjalan beriringan dengan solusi ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Balai TNGM, Tutut Heri Wibowo menyampaikan sejumlah permasalahan pengelolaan TNGM yang tengah dialami. Setidaknya ada lima tantangan krusial dalam pengelolaan kawasan konservasi dan daerah penyangga yang memerlukan penanganan lintas sektor secara intensif.

“Saat ini kami menghadapi dinamika kompleks, mulai dari eskalasi konflik satwa-manusia, maraknya aktivitas penambangan ilegal material vulkanik, hingga lonjakan pendakian ilegal serta open trip komersial tanpa izin menuju puncak Gunung Merapi,” papar dia.

Menurut dia, efisiensi pengelolaan daya tarik wisata alam di kawasan TNGM masih terhambat oleh keterbatasan anggaran dan SDM. Pengamanan objek wisata akhir pekan saat ini masih mengandalkan sistem piket ASN berbantuan Tenaga Harian Lepas (THL).

Di sisi lain, ia menyoroti potensi pemanfaatan lingkungan seperti bioprospeksi belum berjalan optimal akibat belum adanya regulasi tata niaga, pemasaran, dan hilirisasi produk yang jelas. 

Pasalnya, Badan Geologi telah menetapkan tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini SIAGA (Level III). Berdasarkan rekomendasi resmi, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. 

Jika terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |