Tak Sengaja Terpotret, Astronom Temukan Planet Paling Redup

6 days ago 14
Tak Sengaja Terpotret, Astronom Temukan Planet Paling Redup Ilustrasi sistem Beta Pictoris menampilkan planet yang baru ditemukan, Beta Pictoris d, di sebelah kanan.(NASA/ESA/CSA/STScI/Ralf Crawford (STScI))

SETELAH melakukan pengamatan mendalam selama lebih dari satu dekade, para astronom akhirnya berhasil menemukan sebuah planet baru yang tersembunyi di sistem bintang Beta Pictoris. Objek antariksa luar biasa ini dinobatkan sebagai eksoplanet (planet di luar tata surya) paling redup yang pernah dipotret secara langsung dari Bumi.

Eksoplanet yang dinamai Beta Pictoris d ini terletak sejauh 63 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki karakteristik yang sangat kontras dengan planet saudaranya yang sudah ditemukan lebih dulu. 

"Planet baru ini 100 kali lebih redup daripada Beta Pictoris b, planet terkenal di sistem yang sama, menjadikannya eksoplanet paling redup yang pernah dicitrakan langsung dari Bumi," ungkap Markus Bonse, salah satu pemimpin tim dan peneliti dari European Southern Observatory

Keberadaan planet gas raksasa ini dikonfirmasi secara terpisah oleh dua tim menggunakan Teleskop James Webb dan Very Large Telescope (VLT) di Chili, setelah sebelumnya para ilmuwan sempat skeptis karena mengira titik terang tersebut hanyalah distorsi atau derau (noise) belaka.

Menanggapi tantangan tersebut, Jean-Baptiste Ruffio, seorang ilmuwan riset di Universitas California, San Diego, mengakui bahwa mereka telah belajar untuk tidak memercayai gumpalan terang dalam gambar. Namun, setelah melakukan analisis mendalam terhadap data arsip selama 11 tahun terakhir, mereka menyadari bahwa planet ini memang selalu ada di sana. 

Menariknya, penemuan ini terjadi tanpa direncanakan sebelumnya. Rekan pemimpin tim astronom dari Universitas Edinburgh, Ben Sutlieff, mengungkapkan, "Ini adalah penemuan yang tidak disengaja. Kami awalnya ingin melihat lebih banyak pada planet yang sudah dikenal dalam sistem tersebut, Beta Pictoris b, untuk melihat bagaimana ia berubah dari waktu ke waktu." 

Melalui ketidaksengajaan itulah mereka justru berhasil mengungkap eksoplanet yang memiliki massa sekitar 2,4 kali dari massa Jupiter ini.

Kunci Pembuka Misteri Tata Surya Muda

Kehadiran Beta Pictoris d juga memecahkan teka-teki lama mengenai piringan debu dan puing-puing sisa pembentukan planet di sistem tersebut yang selama ini memiliki bentuk yang aneh. Posisi dan massa Beta Pictoris d yang baru ditemukan ini ternyata sangat pas untuk menjelaskan anomali tersebut. 

Selain meluruskan struktur sistemnya, para ilmuwan juga berhasil mengintip atmosfer planet ini menggunakan data dari teleskop James Webb. Hasilnya, mereka menemukan kandungan karbon monoksida, uap air, dan metana. 

Data tersebut menjadi sangat berharga mengingat usia bintang Beta Pictoris sendiri masih sangat muda, yaitu sekitar 23 juta tahun, sehingga memberikan gambaran jelas mengenai kondisi awal pembentukan sebuah tata surya. 

Penemuan ini kian istimewa karena menggunakan metode pencitraan langsung (direct imaging) yang sangat langka—kurang dari 100 dari total 6.000 lebih eksoplanet di katalog NASA yang berhasil ditemukan dengan cara ini. Metode tersebut tergolong sulit karena mengharuskan ilmuwan memisahkan pancaran termal planet yang redup dari silau bintang induknya yang sangat terang.

Oleh karena itu, keberhasilan memotret sistem multi-planet seperti ini menjadi pencapaian tertinggi bagi para ilmuwan. Keberhasilan ini pun memicu optimisme tinggi bahwa masih banyak planet lain yang menunggu untuk ditemukan di luar sana. 

(Space/Smithsonian/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |