Ilustrasi(magnific)
ARTIFICIAL intelligence (AI) kini menjadi pilar krusial dalam strategi transformasi digital di berbagai sektor industri. Namun, di tengah antusiasme yang tinggi, banyak organisasi terjebak pada pandangan bahwa AI adalah tujuan akhir dari sebuah transformasi. Padahal, keberhasilan evolusi digital sesungguhnya ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam membangun fondasi bisnis yang kokoh melalui modernisasi proses, optimalisasi investasi teknologi, serta pengembangan talenta digital yang mumpuni.
Kondisi ekonomi yang dinamis saat ini menuntut organisasi untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perusahaan tidak hanya diminta untuk mempercepat inovasi dan memanfaatkan AI guna mendongkrak produktivitas, tetapi juga harus lebih disiplin dalam mengelola anggaran teknologi. Fokus utamanya adalah memastikan setiap pengeluaran mampu memberikan nilai bisnis yang nyata dan terukur.
Menurut pandangan Rimini Street, modernisasi tidak selalu identik dengan penggantian total seluruh sistem yang telah mapan. Banyak perusahaan masih mengandalkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang stabil untuk mendukung operasional inti mereka. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana memastikan sistem tersebut tetap relevan melalui optimalisasi proses bisnis, otomatisasi, dan integrasi teknologi AI yang tepat guna.
CEO Rimini Street, Seth Ravin, menekankan bahwa esensi dari transformasi digital terletak pada dampak yang dihasilkan.
MI/HO--CEO Rimini Street, Seth Ravin
"Transformasi digital bukan ditentukan oleh seberapa cepat perusahaan membeli teknologi baru, melainkan bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat proses bisnis, dan menghasilkan nilai yang berkelanjutan," ujar Ravin.
Sebagai penyedia layanan dukungan, optimisasi, dan inovasi untuk berbagai platform enterprise, Rimini Street berperan dalam membantu organisasi memaksimalkan investasi teknologi yang sudah ada. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengalihkan sumber daya yang semula terkunci pada biaya pemeliharaan rutin ke arah inisiatif inovasi yang lebih strategis, termasuk pengembangan kapabilitas AI yang lebih terarah.
Dengan mengutamakan efisiensi dan nilai bisnis, perusahaan diharapkan tidak hanya sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi benar-benar mampu menciptakan ekosistem digital yang adaptif terhadap perubahan pasar di masa depan. (Z-1)

















































