Masyarakat Palestina nonton bareng final Piala Dunia FIFA 2026 di sebuah kafe di Jalur Gaza.(Anadolu)
Di tengah kepungan konflik dan tekanan hidup yang berat, warga Palestina di Jalur Gaza menemukan secercah kegembiraan melalui sepak bola. Pada Minggu (19/7), sejumlah kafe di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, dipadati warga yang berkumpul untuk menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.
Momen nonton bareng (nobar) tersebut menjadi ruang bagi masyarakat Gaza untuk sejenak melupakan trauma perang dan kesulitan sehari-hari. Sorak-sorai pecah saat Spanyol dipastikan mengunci gelar juara dunia setelah menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu.
Solidaritas untuk Spanyol
Dukungan mayoritas warga Gaza dalam laga final Piala Dunia 2026 mengalir deras untuk timnas Spanyol. Hal ini bukan tanpa alasan; masyarakat setempat merasa memiliki ikatan emosional dengan negara Matador tersebut karena sikap politik Spanyol yang dinilai konsisten membela hak-hak rakyat Palestina di kancah internasional.
"Kami datang kemari untuk mendukung Spanyol karena mereka telah berdiri bersama rakyat Palestina selama bertahun-tahun," ujar Numan Abdullah, salah satu warga Gaza yang ikut dalam kemeriahan nobar tersebut.
Bagi Abdullah dan warga lainnya, kemenangan Spanyol bukan sekadar prestasi olahraga, melainkan simbol solidaritas. Ia menegaskan bahwa dukungan ini membawa pesan perdamaian kepada dunia. "Kami adalah rakyat yang mendambakan perdamaian," tambahnya di tengah suasana haru perayaan.
Spanyol Raih Gelar Kedua
Pertandingan final yang berlangsung sengit tersebut memaksa kedua tim bermain hingga babak tambahan. Gol tunggal di masa perpanjangan waktu memastikan Spanyol mengangkat trofi emas Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah, setelah kesuksesan perdana mereka pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Argentina. Tim Tango gagal mempertahankan titel juara dunia yang mereka raih pada edisi 2022 di Qatar. Meski tampil dominan di beberapa fase pertandingan, Argentina tidak mampu membendung efektivitas permainan Spanyol hingga peluit panjang dibunyikan.
Konteks Wilayah:
Perayaan ini berlangsung di tengah situasi keamanan yang masih rentan. Di hari yang sama, laporan menyebutkan adanya serangan yang memakan korban jiwa di wilayah lain di Gaza, termasuk anak-anak. Kontrasnya suasana antara sorak kemenangan bola dan duka perang menunjukkan betapa sepak bola menjadi instrumen penting bagi warga Gaza untuk menjaga kesehatan mental dan harapan mereka.

















































