Kapten timnas Argentina Lionel Messi dan rekan-rekannya merayakan keberhasilan Argentina mengalahkan Swiss 3-1 dalam pertandingan perempat final Piala Dunai 2026 di Kansas City Stadium, Kansas City, Kansas, Amerika Serikat, pada 11 Juli 2026.(AFP)
MIMPI Lionel Messi untuk menutup karier internasionalnya dengan torehan gelar juara Piala Dunia berturut-turut harus kandas. Argentina dipaksa menyerah 0-1 oleh Spanyol dalam laga final Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7) WIB.
Messi, yang kini menginjak usia 39 tahun, sebenarnya tampil impresif sepanjang turnamen dengan koleksi delapan gol dan dua assist. Namun, di partai puncak, dominasi tim Matador Spanyol terbukti terlalu tangguh bagi sang juara bertahan.
Pertandingan berjalan alot sejak menit pertama. Argentina tampak kesulitan mengembangkan permainan kreatif mereka di bawah tekanan tinggi para pemain Spanyol. Situasi semakin sulit bagi Albiceleste setelah gelandang andalan mereka, Enzo Fernandez, diusir keluar lapangan oleh wasit akibat menerima kartu merah.
Bermain dengan 10 orang memaksa Argentina bertahan total. Kebuntuan akhirnya pecah pada masa perpanjangan waktu, tepatnya di menit ke-106. Ferran Torres berhasil menyarangkan bola ke gawang Argentina, gol yang sekaligus memastikan gelar juara dunia bagi Spanyol.
Tangis Messi di Stadion Penuh Memori
Setelah peluit panjang berbunyi, Lionel Messi tak kuasa menahan kesedihannya. Kamera menangkap momen sang megabintang menangis di lapangan, menyadari peluang terakhirnya mengangkat trofi emas telah sirna. Kekalahan ini menggagalkan ambisi Argentina untuk menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1962.
Menariknya, Stadion New York New Jersey memiliki kaitan emosional yang mendalam bagi Messi. Di lokasi yang sama pada tahun 2016, Messi sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah kalah dari Cile di final Copa America Centenario.
"Saya rasa perjalanan saya bersama tim nasional sudah selesai," ujar Messi kala itu, mengutip laporan dari AFP. Meski sempat kembali dan mempersembahkan trofi Copa America 2021, 2024, serta Piala Dunia 2022, memori pahit di stadion ini kembali terulang di penghujung kariernya.
Rekor Sejarah di Tengah Kegagalan
Walaupun gagal membawa pulang trofi, Messi tetap menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola. Ia resmi menjadi pemain kedua setelah legenda Brasil, Cafu, yang mampu tampil di tiga laga final Piala Dunia (2014, 2022, dan 2026).
Final 2026 ini menjadi kegagalan kedua Messi di partai puncak Piala Dunia setelah sebelumnya takluk dari Jerman pada edisi 2014 di Brasil. Dengan usia yang hampir menyentuh kepala empat, turnamen ini diyakini menjadi panggung terakhir La Pulga di level dunia.
Statistik Singkat Final Piala Dunia 2026:
- Skor: Spanyol 1-0 Argentina (AET)
- Pencetak Gol: Ferran Torres (106')
- Kartu Merah: Enzo Fernandez (Argentina)
- Lokasi: Stadion New York New Jersey
Meskipun masa depannya di tim nasional masih menjadi tanda tanya, Messi secara profesional masih terikat kontrak dengan klub MLS, Inter Miami, hingga tahun 2028. Namun bagi banyak penggemar sepak bola, kekalahan di New Jersey ini menandai akhir dari sebuah era keemasan sang maestro di panggung internasional. (Ndf/I-1)

















































