Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Dominasi Mutlak La Roja di Sepak Bola Dunia

5 days ago 2
 Dominasi Mutlak La Roja di Sepak Bola Dunia Timnas Spanyol melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Dunia 2026 berkat kemenangan 1-0 atas timnas Argentina di laga final.(AFP/FRANCK FIFE)

TIMNAS Spanyol kembali menegaskan statusnya sebagai penguasa sepak bola jagat raya. Setelah dinobatkan sebagai juara Eropa dua tahun lalu di Berlin, La Furia Roja kini resmi menjadi juara dunia usai menumbangkan timnas Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam laga final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat.

Pencapaian ini mengulang memori indah pada 2010, kala Spanyol berhasil mengawinkan gelar Piala Dunia hanya dua tahun setelah memenangi Euro 2008. Keberhasilan terbaru ini sekaligus memperpanjang dominasi luar biasa Spanyol, baik di kategori pria maupun wanita.

Dominasi Tanpa Celah

Spanyol kini mencatatkan sejarah sebagai negara pertama yang memegang gelar juara Piala Dunia pria dan wanita secara bersamaan. Tim wanita Spanyol sebelumnya sukses menaklukkan Inggris di final Piala Dunia Wanita 2023 di Sydney.

Tidak hanya di level senior, dalam lima tahun terakhir, Spanyol telah mengumpulkan total 16 gelar juara internasional, mulai dari level Under-17 hingga senior. Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, menyebut fenomena ini sebagai "badai yang sempurna".

"Secara kultural, kami melakukan segala sesuatunya dengan cara tertentu. Semua orang mempercayainya. Yang terpenting adalah kami tidak berhenti," ujar Balague kepada BBC Sport.

Mesin Pemenang Spanyol (2022-2026):

  • Sepak Bola Pria: Piala Dunia (2026), Euro (2024), Nations League (2023), Emas Olimpiade (2024), Euro U-19 (2026).
  • Sepak Bola Wanita: Piala Dunia (2023), Nations League (2024, 2025), Piala Dunia U-20 (2022), Euro U-19 (5 gelar beruntun), Piala Dunia U-17 (2022), Euro U-17 (2024).

Visi Luis de la Fuente

Keberhasilan ini juga menjadi pembuktian bagi pelatih Luis de la Fuente. Saat ditunjuk menggantikan Luis Enrique pada Desember 2022, banyak pihak meragukan kapasitasnya karena ia tidak memiliki rekam jejak melatih klub besar. Namun, De la Fuente menjawabnya dengan trofi Nations League (2023), Euro (2024), dan kini Piala Dunia (2026).

"De la Fuente mengenal sebagian besar pemain ini sejak di akademi. Ini bukan hanya tim untuk masa kini, tapi juga tim untuk masa depan," kata mantan gelandang Spanyol, Juan Mata.

Di bawah arahannya, Spanyol mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 38 pertandingan terakhir di semua kompetisi—rekor terpanjang bagi tim mana pun di Eropa maupun Amerika Selatan dalam sejarah.

Masa Depan Cerah

Spanyol tidak menunjukkan tanda-tanda akan melambat. Di final melawan Argentina, Spanyol menjadi tim pertama yang menurunkan dua remaja sekaligus dalam laga puncak Piala Dunia, yakni Lamine Yamal dan Pau Cubarsi yang baru berusia 19 tahun.

Yamal bahkan tercatat sebagai pemain termuda ketiga yang tampil di final Piala Dunia setelah Pele (1958) dan Giuseppe Bergomi (1982). Di sektor wanita, talenta seperti Vicky Lopez dan Salma Paralluelo juga terus bersinar di level tertinggi.

Mantan kiper Inggris, Joe Hart, memuji sistem permainan Spanyol yang sulit ditembus. "Tidak ada yang bisa menyentuh mereka di Piala Dunia ini. Mereka hanya menghadapi 10 tembakan tepat sasaran sepanjang turnamen," pungkasnya.

Dengan sistem pembinaan yang terintegrasi dan regenerasi yang berjalan mulus, legenda Prancis Thierry Henry meyakini bahwa dominasi Spanyol akan bertahan untuk bertahun-tahun ke depan. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |