Cuplikan serial TV Nabi Yusuf.(Youtube Islamic Series Indonesian)
KISAH Yuzarsif (Yusuf) di dalam penjara Mesir menjadi buah bibir di seluruh kota, termasuk para penghuni penjara Zafira. Meski mendekam di balik jeruji besi karena menolak perintah majikannya, Zulaikha, integritas dan kesetiaan pemuda ini justru semakin memikat hati banyak orang.
Yuzarsif dikenal sebagai sosok yang tidak pernah tidak setia, meski ia harus membayar mahal prinsipnya tersebut dengan kebebasannya. Para penghuni dan penjaga penjara Zafira pun menghormati Yuzarsif.
Berikut sinopsis serial televisi dari Iran berjudul Nabi Yusuf episode 21. Semoga bermanfaat.
Pesan untuk Sang Ayah di Kanaan
Di tengah masa tahanan Yuzarsif, insiden unik terjadi ketika seekor unta dari kafilah Kanaan lari menuju wilayah terlarang di sekitar penjara. Pemilik unta tersebut, yang berasal dari tanah kelahiran Yuzarsif, akhirnya bertemu dengan sang tawanan muda.
Dalam pertemuan singkat itu, Yuzarsif menitipkan pesan emosional untuk pemimpin bangsa Kanaan, Nabi Yakub. Ia meminta sang pengembara memberitahu ayahnya agar bersabar dan berlindung kepada Tuhan di tengah kepedihan perpisahan yang memuncak. "Gantikanlah rindu pada putra yang hilang dengan bersandar pada Tuhan dan bersabarlah," pesan Yuzarsif tanpa mengungkap identitas aslinya.
Dakwah Monoteisme di Balik Jeruji
Di dalam penjara, Yuzarsif tidak hanya berdiam diri. Ia memberikan penghiburan spiritual kepada sesama tawanan, termasuk seorang pria yang dipenjara karena melawan imam kuil Amon demi menyelamatkan putrinya. Yuzarsif mengajarkan bahwa penderitaan adalah pengasah jiwa agar tetap suci dan tidak menjadi gelap.
Ia menegaskan bahwa kebahagiaan sejati hanya didapat dengan menyembah Kekasih yang Hidup--Tuhan yang selalu mengawasi dan menjaganya--bukan patung kayu atau batu yang tidak bisa melindungi diri mereka sendiri. Momen ini menandai awal tugas kenabiannya untuk mengajak para tawanan dan rakyat Mesir menuju monoteisme.
Mukjizat Tafsir Mimpi dan Pembuktian
Kemampuan luar biasa Yuzarsif mulai teruji saat dua rekan satu selnya, Inarus dan rekannya, mengalami mimpi aneh. Inarus bermimpi memeras anggur untuk Firaun, sementara rekannya bermimpi membawa keranjang roti di atas kepala yang kemudian dimakan oleh burung.
Sebelum memberikan tafsir, Yuzarsif memberikan pertanda nyata untuk meyakinkan mereka bahwa ilmunya berasal dari Tuhan, bukan sihir. Ia meramalkan menu makan siang mereka secara akurat: ikan goreng, roti gandum, dan kurma.
Baca juga: Doa Minta Rezeki Nabi Musa, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa
Ramalan yang Menjadi Nyata:
Para tawanan awalnya tertawa dan sangsi, menganggap menu mewah tersebut hanya milik kaum bangsawan. Namun, tak lama kemudian, petugas penjara datang membawa makanan persis seperti yang disebutkan Yuzarsif. Diketahui, makanan tersebut dikirim oleh Nyonya Zulaikha yang bersimpati pada para tawanan.
Kejadian ini membungkam keraguan para penghuni penjara. Yuzarsif menegaskan bahwa segala pengetahuan yang ia miliki adalah anugerah dari Tuhannya, yang memilihnya untuk menjadi pemimpin dan pembawa pesan kebenaran sebagaimana leluhurnya, Ibrahim dan Ishak.
Baca juga: Saat Nabi Sulaiman Ingin Beri Makan Semua Makhluk Hidup
Seruan Tauhid di Balik Jeruji
Yuzarsif menggunakan momen tersebut untuk berdakwah, mengajak rekan-rekan satu selnya meninggalkan penyembahan berhala yang tidak bernyawa. Ia menjelaskan bahwa dirinya adalah salah satu mata rantai para nabi, mulai dari Adam hingga nabi terakhir yang akan datang dari keturunan Ibrahim.
Dialog Kunci: "Aku akan menyembah Tuhan yang menciptakanku, bukan yang aku ciptakan," ujar salah satu tawanan, Inarus, saat menyatakan keimanannya mengikuti ajaran Yuzarsif.
Baca juga: Lima Nabi Penerima Ulul Azmi, Kenali Sifat dan Ciri-Ciri
Tafsir Mimpi: Dua Nasib yang Berbeda
Setelah para tawanan menyatakan iman mereka, Yuzarsif akhirnya memberikan tafsir atas mimpi dua rekan selnya, Inarus dan Apopis. Namun, kabar yang dibawa merupakan perpaduan antara kegembiraan dan duka mendalam:
- Inarus: Diramalkan akan bebas dalam tiga hari dan kembali ke posisinya semula sebagai pembawa gelas bagi penguasa.
- Apopis: Diramalkan akan menghadapi hukuman gantung dalam tiga hari. Tubuhnya akan dibiarkan hingga dimakan burung.
Mendengar ramalan mengerikan tersebut, Apopis sempat mencoba mengelak dengan mengaku bahwa ia hanya berbohong soal mimpinya. Namun, Yuzarsif dengan tenang menyatakan bahwa nasib tersebut telah diputuskan dan akan tetap terjadi.
Baca juga: Cerita Nabi Syits, Hanzalah, Daniel yang tidak Disebutkan Al-Quran
Persiapan Konfrontasi di Istana
Di sisi lain, situasi politik di luar penjara mulai memanas. Para imam kuil Amon merasa terancam dengan hilangnya beberapa tokoh kunci seperti Apopis dan Kimoni. Mereka khawatir jika para tahanan tersebut mulai bicara, kekuasaan kuil akan dibatasi oleh Amenhotep. Sebagai langkah antisipasi, para imam mulai menyiapkan tentara Amon untuk membela diri dari kemungkinan serangan otoritas kerajaan.
Rencana lain pun sedang disusun untuk mengadakan pesta besar di istana sebagai kedok untuk melakukan konfrontasi terbuka. Firaun berencana menghadirkan Kimoni, Apopis, dan Inarus untuk memberikan pengakuan yang akan menjatuhkan para imam kuil yang korup, termasuk Angmahu dan Padiamon.
Baca juga: Kisah Sembilan Nabi yang tidak Disebutkan dalam Al-Quran
Penderitaan Zulaikha dan Rencana Baru
Sementara itu, Zulaikha terus menderita karena kerinduannya pada Yuzarsif. Meskipun disarankan oleh pelayannya, Karimama, untuk menyiksa Yuzarsif agar patuh, Zulaikha merasa bimbang karena ia membesarkan pemuda itu sejak kecil. Akhirnya, muncul rencana untuk mengunjungi penjara Zafira dengan tawaran kebebasan sebagai upaya terakhir untuk menundukkan hati Yuzarsif.
Di akhir percakapan dengan para tawanan, Yuzarsif memberikan pesan menyentuh mengenai kematian. Ia menghibur Apopis bahwa kematian dalam keadaan beriman merupakan berkah, yang akan membawanya menuju ketentraman abadi di kerajaan Allah, jauh melampaui kepercayaan kuno Mesir tentang mumi dan kota arwah. (I-2)

















































