Sering Lupa? National Institute on Aging Ungkap Kapan Harus Periksa ke Dokter

6 days ago 18
Sering Lupa? National Institute on Aging Ungkap Kapan Harus Periksa ke Dokter Perbedaan lupa dan demensia.(Dok. Magnific)

SERING lupa meletakkan kunci atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat nama seseorang sering kali dianggap sebagai tanda kepikunan. Namun, National Institute on Aging (NIA) menegaskan bahwa tidak semua penurunan daya ingat merupakan tanda penyakit serius, melainkan bisa jadi bagian dari proses penuaan alami.

Menurut NIA, penuaan menyebabkan perubahan pada otak yang membuat proses mempelajari informasi baru menjadi lebih lambat. Meski demikian, penurunan memori juga bisa dipicu oleh faktor non-usia, seperti depresi, gangguan tidur, kekurangan vitamin B12, penyakit tiroid, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

Kapan Harus Waspada?

Masyarakat diminta waspada jika kelupaan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. NIA menyarankan evaluasi medis segera jika seseorang menunjukkan gejala berikut:

  • Sering mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali.
  • Tersesat di tempat yang sudah dikenal baik.
  • Kesulitan mengikuti petunjuk atau instruksi sederhana.
  • Kebingungan akut terhadap waktu, tanggal, dan tempat.
  • Mulai mengabaikan perawatan diri dan kebersihan.

Gejala-gejala tersebut bisa mengarah pada mild cognitive impairment (MCI) atau demensia. NIA menekankan pentingnya pemantauan berkala karena tidak semua penderita MCI akan berkembang menjadi demensia.

Tips Menjaga Kesehatan Otak

Meski belum ada cara pasti mencegah penurunan daya ingat akibat usia, NIA merekomendasikan sejumlah kebiasaan sehat untuk menjaga fungsi kognitif:

  1. Aktivitas Fisik: Rutin berolahraga untuk mendukung kesehatan jantung dan otak.
  2. Nutrisi Seimbang: Mengonsumsi makanan bergizi seiring bertambahnya usia.
  3. Tidur Cukup: Memenuhi durasi tidur 7-8 jam setiap malam.
  4. Kontrol Kesehatan: Menjaga tekanan darah dan membatasi konsumsi alkohol.
  5. Stimulasi Mental: Tetap aktif secara sosial dan terus mempelajari keterampilan baru.
  6. Alat Bantu: Menggunakan catatan atau kalender untuk mengurangi beban memori.

Terakhir, NIA mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh suplemen atau produk yang mengklaim dapat meningkatkan daya ingat tanpa dukungan bukti ilmiah yang kuat.

Jika perubahan memori mulai menghambat rutinitas, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk diagnosis yang tepat. (National Institute on Aging/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |