Seperti Film Sci-Fi! Wahana Antariksa Rekam Fenomena Bukit Pasir 'Logam' Cair di Mars

1 week ago 8
Seperti Film Sci-Fi! Wahana Antariksa Rekam Fenomena Bukit Pasir 'Logam' Cair di Mars Meskipun terlihat seperti itu, ini bukanlah gelombang logam.(ESA/DLR/FU Berlin)

WAHANA antariksa Mars Express milik Badan Antariksa Eropa (ESA) kembali berhasil mengabadikan salah satu pemandangan paling surealis di Planet Merah. Dalam rangkaian dokumentasi terbarunya, pengorbit yang telah aktif sejak tahun 2003 ini merekam sebuah hamparan luas yang terlihat persis seperti genangan logam cair yang membeku di dasar sebuah kawah kuno di Mars.

Sekilas, lanskap bergelombang tersebut tampak berkilauan layaknya lapisan kromium perak. Efek visual ini memberikan kesan kuat seolah-olah kita sedang memandangi cuplikan latar dari film fiksi ilmiah (sci-fi) beranggaran besar, alih-alih sebuah dataran gersang di planet tetangga. Namun, benarkah ada kandungan logam cair yang melimpah di sana?

Berdasarkan penjelasan resmi dari pihak ESA, riak gelombang yang berkilau tersebut sama sekali tidak mengandung materi logam. Fenomena unik ini sebenarnya merupakan hamparan bukit pasir gelap yang diselimuti oleh lapisan es musiman. Sebagian besar dari es tersebut merupakan endapan karbon dioksida beku, atau yang lebih populer dikenal sebagai "es kering" (dry ice). Lapisan es kering ini secara alami menumpuk di permukaan tanah selama musim dingin ekstrem melanda wilayah Mars.

Kemilau menyerupai logam cair tersebut pada dasarnya adalah hasil dari trik pencahayaan alami serta kontras warna yang masif. Karakteristik pasir Mars yang cenderung gelap memiliki sifat menyerap cahaya dengan kuat. Sebaliknya, partikel es kering yang putih bersih bertindak sebagai reflektor yang memantulkan kembali pancaran sinar matahari. Interaksi kuat antara area yang menyerap dan memantulkan cahaya inilah yang akhirnya menipu mata manusia, menghasilkan ilusi optik berupa kilauan perak metalik yang sangat dramatis.

Secara geografis, formasi bukit pasir vulkanik ini terbentuk akibat sapuan angin Martian yang terjadi secara terus-menerus selama ribuan tahun. Kumpulan pasir ini terkumpul di dasar Kawah Kaiser, sebuah cekungan tubrukan kuno berdiameter sekitar 207 kilometer yang terletak di dataran tinggi bagian selatan Mars. Menurut badan antariksa NASA, bentuk kawah yang menyerupai mangkuk raksasa ini berfungsi sebagai jebakan pasir alami yang efektif, sehingga mencegah material pasir tertiup keluar dan berpindah ke wilayah lain.

Warna bukit pasir di Kawah Kaiser ini terlihat jauh lebih gelap dibandingkan dengan permukaan Mars pada umumnya. Jika sebagian besar lanskap Planet Merah didominasi oleh debu besi oksida yang memberikan warna karat kemerahan yang khas, bukit pasir unik ini justru tersusun dari butiran pasir basaltik halus. Pasir basaltik tersebut sangat kaya akan kandungan mineral vulkanik purba, seperti piroksen dan olivin.

Meskipun pasokan pasir di dasar kawah ini relatif terbatas, riak-riak gelombang yang dihasilkan tetap memiliki ukuran yang masif. Beberapa gundukan terpantau membentang hingga sejauh beberapa kilometer dan menjulang dengan ketinggian mencapai lebih dari 100 meter di atas permukaan sekitarnya. Penemuan ini semakin memperkaya pemahaman para ilmuwan mengenai dinamika cuaca serta keaktifan geologi yang masih terus berlangsung di Mars hingga saat ini. (Space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |