Semifinal Piala Dunia 2026: Ibrahima Konate Tegaskan Prancis tidak Takut dengan Spanyol

1 week ago 23
 Ibrahima Konate Tegaskan Prancis tidak Takut dengan Spanyol Bek timnas Prancis Ibrahima Konate(AFP/DAN MULLAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

BEK timnas Prancis, Ibrahima Konate, mengakui kualitas luar biasa yang dimiliki timnas Spanyol sepanjang turnamen Piala Dunia 2026. Namun, pemain yang baru saja bergabung dengan Real Madrid tersebut menegaskan bahwa Les Bleus sama sekali tidak merasa gentar menjelang duel panas di babak semifinal.

Pertandingan perebutan tiket final tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion AT&T, Amerika Serikat, pada Rabu (15/7) WIB. Konate menyatakan bahwa rasa takut tidak boleh ada dalam kamus timnya jika ingin melangkah lebih jauh.

"Anda tidak boleh takut kepada siapa pun. Sekarang kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya akan menguntungkan kami," ujar Konate sebagaimana dilansir dari Diario AS, Senin (13/7).

Psywar Lamine Yamal

Pernyataan tegas Konate ini merupakan respons tidak langsung terhadap komentar bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Sebelumnya, Yamal melontarkan psywar dengan menyebut bahwa Prancis-lah yang seharusnya merasa khawatir melihat performa La Furia Roja belakangan ini.

"Kami telah mengalahkan Prancis dalam dua pertandingan terakhir kami. Bila Prancis harus takut pada satu tim, itu adalah kami. Kita lihat saja apa yang akan terjadi, tetapi kami tidak takut," kata Yamal.

Spanyol memang datang dengan rapor yang sangat mengerikan. Tim asuhan Luis de la Fuente tercatat belum terkalahkan dalam 36 pertandingan beruntun. Di ajang Piala Dunia 2026 sendiri, gawang Spanyol baru kebobolan satu gol dari enam pertandingan yang telah dijalani.

Waspadai Kolektivitas Spanyol

Meski Yamal menjadi sorotan utama, Konate mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak terjebak hanya pada satu pemain. Menurutnya, kekuatan utama Spanyol terletak pada kedalaman skuat dan kualitas individu yang merata di setiap lini.

"Spanyol adalah tim yang istimewa, dengan banyak individu berkualitas, jadi kami tidak akan fokus hanya ke satu pemain meski Lamine (Yamal) adalah pemain hebat," tambah Konate.

Senada dengan Konate, bek Prancis lainnya, Maxence Lacroix, turut memberikan pandangannya. Ia mengakui konsistensi Spanyol yang menyapu bersih kemenangan di turnamen ini, kecuali saat ditahan imbang 0-0 oleh Tanjung Verde. Namun, rasa hormat tersebut tidak mengurangi ambisi Prancis untuk menang.

"Saya tidak akan bilang 'takut', tetapi kami sadar akan kualitas mereka. Kami menghormati mereka karena memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi, tetapi kami ingin menang," tegas Lacroix.

Mengejar Rekor Sejarah

Laga semifinal ini memiliki makna historis yang besar bagi Prancis. Jika berhasil menumbangkan Spanyol, Les Bleus akan mencatatkan diri sebagai tim yang mampu menembus partai final Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun (2018, 2022, dan 2026).

Pencapaian langka tersebut sebelumnya hanya pernah diraih oleh Jerman Barat (1982, 1986, 1990) dan Brasil (1994, 1998, 2002). Pemenang dari laga ini nantinya akan berhadapan dengan pemenang dari partai semifinal lainnya yang mempertemukan Inggris dengan juara bertahan Argentina. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |