Semaglutide Efektif Atasi Obesitas dan Prediabetes pada Pasien Skizofrenia

1 week ago 17
Semaglutide Efektif Atasi Obesitas dan Prediabetes pada Pasien Skizofrenia Ilustrasi(magnific)

PENGELOLAAN kesehatan fisik pada pasien skizofrenia kini mendapatkan titik terang baru. Sebuah uji klinis acak bertajuk HISTORI Randomized Clinical Trial yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry melaporkan bahwa penggunaan semaglutide memberikan hasil menjanjikan dalam mengatasi obesitas dan prediabetes pada kelompok pasien tersebut.

Penelitian ini menjadi krusial mengingat pasien skizofrenia memiliki risiko gangguan metabolik yang jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Selain faktor gaya hidup, penggunaan obat antipsikotik generasi kedua, yang sangat penting untuk stabilitas mental, sering kali memicu efek samping berupa kenaikan berat badan signifikan. Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 hingga penyakit kardiovaskular.

Detail Penelitian dan Metodologi

Studi ini melibatkan 154 peserta berusia 18–60 tahun yang sedang menjalani terapi antipsikotik generasi kedua. Seluruh partisipan memiliki kondisi prediabetes serta obesitas atau kelebihan berat badan.

Selama 30 minggu, peserta dibagi secara acak untuk menerima dosis semaglutide 1 mg atau plasebo, tanpa menghentikan pengobatan gangguan kejiwaan utama mereka.

Hasilnya menunjukkan perbaikan signifikan pada kelompok yang menerima semaglutide dibandingkan kelompok plasebo, sebagaimana dirangkum dalam tabel berikut:

Parameter Pengukuran Hasil Kelompok Semaglutide
Penurunan Berat Badan Rata-rata 9,21 Kilogram
Penurunan Kadar HbA1c 0,46%
Peserta Mencapai HbA1c Normal (<5,7%) 81%
Parameter Lain Peningkatan HDL & Penurunan Trigliserida

Keamanan Gejala Kejiwaan Terjaga

Salah satu temuan paling penting dalam studi ini adalah aspek keamanan mental. Peneliti menegaskan bahwa selama periode intervensi, tidak ditemukan adanya perburukan gejala skizofrenia maupun penurunan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan mental. Efek samping yang dilaporkan umumnya bersifat ringan, seperti gangguan saluran cerna, yang konsisten dengan profil keamanan semaglutide pada populasi umum.

Temuan ini mendorong para ahli medis untuk mulai menerapkan pendekatan multidisiplin. Perawatan pasien skizofrenia tidak lagi hanya berfokus pada psikiatri, tetapi juga melibatkan endokrinolog dan ahli gizi untuk mengelola risiko metabolik secara komprehensif.

Catatan Penting: Di Indonesia, zat aktif semaglutide tersedia melalui merek Ozempic (untuk diabetes tipe 2) dan Wegovy (untuk manajemen berat badan). Penggunaannya wajib melalui resep dan pengawasan dokter.

Batasan Penelitian

Meskipun hasilnya positif, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini dilakukan secara spesifik pada pasien yang menggunakan antipsikotik generasi kedua dengan kondisi prediabetes. Hasilnya tidak dapat langsung digeneralisasikan untuk seluruh pasien skizofrenia. Selain itu, karena durasi penelitian hanya 30 minggu, studi lanjutan masih diperlukan untuk melihat efektivitas dan keamanan jangka panjang.

Secara keseluruhan, publikasi ini memberikan harapan baru bahwa kenaikan berat badan akibat terapi antipsikotik bukanlah kondisi yang harus diterima tanpa penanganan, melainkan faktor risiko yang dapat dikelola demi meningkatkan harapan hidup pasien. (Z-1)


Sumber: Adaptasi editorial dari publikasi ilmiah Ganeshalingam AA, et al. "Semaglutide Treatment of Antipsychotic-Treated Patients With Schizophrenia, Prediabetes, and Obesity: The HISTORI Randomized Clinical Trial", JAMA Psychiatry (2025).

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |