Sekda Jawa Barat Jelaskan Alasan Pembongkaran Perpustakaan di Lapangan Gasibu

1 week ago 21
 Sekda Jawa Barat Jelaskan Alasan Pembongkaran Perpustakaan di Lapangan Gasibu Perpustakaan Gasibu, Bandung.(MI/Sugeng. )

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat membongkar perpustakaan di dalam kawasan lapangan Gasibu, di Kota Bandung. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan pembongkaran perpustakaan dilakukan karena adanya proses adaptasi dengan proses penataan lapangan Gasibu dan terintegrsi dengan penataan halaman Gedung Sate. Gedung Sate merupakan kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Pembongkaran perpustakaan dan penataan lapangan Gasibu ini upaya untuk mendorong harmoni antara elemen alam dan buatan. Tujuannya agar lapangan Gasibu ke depan lebih rapi, lebih fungsional dan lebih indah," paparnya, Minggu (12/7).

Perpustakaan Gasibu dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Perpustakaan ini diresmikan pada 2016. Lebih jauh, Herman memastikan proses administrasi pembongkaran perpustakaan atau penghapusan barang milik pemerintah sudah lebih dulu dilakukan dan sudah tuntas.

Namun, Herman memastikan Pemprov Jawa Barat konsisten dengan penyedian fasilitasi literasi berupa perpustakaan. Sebagai gantinya, perpustakaan akan bertransformsi menjadi perpustakaan digital. "Sementara bagi masyarakat yang butuh literasi manual disiapkan perpustakaan mobile," tandasnya.

Dia menambahkan lapangan Gasibu akan terintegrasi dengan Gedung Sate. Di sisi lain, masyarakat tetap mendapat fasilitasi literasi. Proyek penataan dan pengintegrasian halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu merupakan gagasan Gubernur Dedi Mulyadi. Untuk mendanai proyek ini dikucurkan anggaran awal sekitar Rp15 miliar- Rp15,82 miliar dari APBD 2026. Namun setelah lelang dilakukan, nilai kontraknya didapat senilai Rp12 miliar.

Dalam penataan ini, Pemprov Jabar menyatukan dan mengintegrasikan plaza depan Gedung Sate dengan area Lapangan Gasibu agar menjadi satu kesatuan ruang publik.

Penataan ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, memperbaiki aksesibilitas kawasan, serta mengembalikan marwah pusat pemerintahan. Sebagai upaya mengatasi kemacetan, penataan ini merupakan upaya mencegah penutupan Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate secara total saat ada aksi unjuk rasa atau kegiatan besar.

Sedangkan upaya menata arus lalu lintas terkait pengaturan jalur kendaraan agar dialihkan ke area depan, sehingga arus kendaraan di depan Gedung Sate tetap lancar.

Dalam pengaturan integrasi lanskap, proyek ini menyamakan ketinggian permukaan halaman Gasibu dan halaman Gedung Sate agar terlihat menyatu dan terbuka. Tujuan besar proyek ini ialah memberikan ruang yang lebih leluasa dan tertata bagi warga untuk berkegiatan tanpa menghambat akses publik

Hasil yang diharapkan dari proyek ini ialah penyatuan kawasan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu. Proyek ini menutup akses kendaraan di Jalan Diponegoro depan Gedung Sate untuk dijadikan kawasan pejalan kaki dan ruang publik seutuhnya. Selain itu, proyek ini juga mengganti material jalan dari aspal menjadi batu andesit demi estetika kawasan. (SG/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |