Ilustrasi, Hari Emoji Sedunia.(Dok. Magnific)
SETIAP tanggal 17 Juli, masyarakat digital di seluruh dunia merayakan Hari Emoji Sedunia (World Emoji Day). Pemilihan tanggal ini bukanlah tanpa alasan atau dilakukan secara acak. Jika Anda memperhatikan emoji "Calendar" atau kalender pada perangkat iOS (iPhone), tanggal yang tertera di sana adalah 17 Juli.
Tanggal tersebut merujuk pada hari di mana Apple pertama kali memperkenalkan aplikasi kalender iCal untuk Mac di acara Macworld Expo pada tahun 2002. Jeremy Burge, pendiri Emojipedia, kemudian menetapkan 17 Juli sebagai Hari Emoji Sedunia pada tahun 2014 untuk merayakan penggunaan ikon-ikon kecil ini dalam komunikasi sehari-hari.
Meskipun awalnya hanya muncul di perangkat Apple, platform lain seperti Google, Samsung, dan Microsoft kemudian menyesuaikan desain emoji kalender mereka agar seragam atau setidaknya menghormati momentum perayaan global ini.
Asal-usul dan Pencipta Emoji Pertama
Jauh sebelum menjadi fenomena global, emoji lahir di Jepang pada akhir 1990-an. Shigetaka Kurita dianggap sebagai bapak emoji. Saat bekerja untuk operator seluler NTT DoCoMo pada tahun 1999, ia menciptakan set 176 emoji pertama berukuran 12x12 piksel.
Tujuan awal Kurita adalah untuk mempermudah komunikasi elektronik yang saat itu terbatas pada teks pendek. Dengan emoji, pengguna dapat menyampaikan emosi atau informasi (seperti cuaca atau perasaan) tanpa harus mengetik banyak karakter, yang sangat krusial pada masa awal perkembangan internet seluler.
Evolusi Menjadi Bahasa Universal Digital
Evolusi emoji mengalami lonjakan besar ketika standar Unicode mulai mengadopsinya secara resmi pada tahun 2010. Hal ini memungkinkan emoji yang dikirim dari satu perangkat (misalnya Android) dapat terbaca dengan benar di perangkat lain (seperti iPhone atau PC).
Beberapa tahapan penting dalam evolusi emoji meliputi:
- Diversitas dan Inklusi: Sejak 2015, Unicode memperkenalkan berbagai warna kulit, gender, dan simbol budaya untuk memastikan emoji merepresentasikan keberagaman manusia secara global.
- Standarisasi Global: Konsorsium Unicode kini secara rutin meninjau dan merilis emoji baru setiap tahun berdasarkan usulan masyarakat dan kebutuhan komunikasi modern.
- Bahasa Visual: Emoji kini bukan sekadar hiasan teks, melainkan telah menjadi bahasa visual yang mampu melampaui batasan bahasa verbal.
Emoji "Wajah dengan Air Mata Bahagia" (Face with Tears of Joy) pernah dinobatkan sebagai "Word of the Year" oleh Oxford Dictionaries pada tahun 2015 karena frekuensi penggunaannya yang sangat masif di seluruh dunia.
Peran Emoji dalam Komunikasi Modern
Di era media sosial dan aplikasi pesan instan, emoji berfungsi sebagai pengganti bahasa tubuh dan nada bicara yang hilang dalam komunikasi berbasis teks. Emoji membantu mencegah kesalahpahaman dan memberikan konteks emosional pada pesan singkat.
Hingga saat ini, ribuan emoji telah tersedia dan terus bertambah, mencerminkan bagaimana teknologi terus beradaptasi dengan cara manusia mengekspresikan diri di ruang digital. (H-3)

















































