Sebagian Besar Wilayah NTT Berpotensi Dilanda Kekeringan Meteorologis, Masyarakat Diminta Waspada

1 week ago 13
Sebagian Besar Wilayah NTT Berpotensi Dilanda Kekeringan Meteorologis, Masyarakat Diminta Waspada Peta Peringatan Dini Kekeringan Meteorologi di NTT.(Dok BMKG)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai potensi kekeringan meteorologis yang diperkirakan terjadi pada periode Dasarian II Juli 2026 atau 11-20 Juli 2026.

 Peringatan tersebut disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III melalui surat peringatan dini cuaca dan iklim yang diterbitkan pada 10 Juli 2026.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III, Cahyo Nugroho, mengatakan seluruh wilayah NTT kini telah memasuki musim kemarau sehingga potensi kekeringan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat.

"Dapat kami sampaikan bahwa seluruh wilayah NTT sudah memasuki periode musim kemarau. Adapun daerah-daerah yang perlu menjadi kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dapat dilihat pada lampiran," ujar Cahyo Nugroho.

Berdasarkan analisis BMKG, sampai akhir Juni 2026 indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) di wilayah Nino 3.4 menunjukkan anomali sebesar +1,69, sedangkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada kategori -0,367. 

Sementara anomali suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia berada pada kondisi normal hingga hangat.

Dia menyebutkan seluruh wilayah NTT telah memasuki musim kemarau. Meski demikian, masih terdapat peluang hujan ringan di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan.

Untuk periode 11-13 Juli 2026, hujan ringan diprakirakan terjadi di Rote Ndao, Flores Timur, dan Kabupaten Kupang. Pada periode yang sama, angin kencang berpotensi terjadi di Sabu Raijua, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Kabupaten Kupang.

Kemudian, pada 14-16 Juli 2026, hujan ringan diprakirakan terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Alor. Potensi angin kencang masih berpeluang terjadi di Sabu Raijua.

Selanjutnya, pada 17-20 Juli 2026, angin kencang masih berpotensi terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Alor.

Menurut Cahyo, tidak ada wilayah di NTT yang masuk kategori Waspada, Siaga maupun Awas untuk peringatan dini curah hujan tinggi.

Namun, untuk peringatan dini kekeringan meteorologis, sebagian besar wilayah NTT justru berpotensi mengalami kondisi Waspada hingga Siaga.

Adapun daerah yang masuk kategori Waspada meliputi Kota Atambua di Kabupaten Belu; Amfoang Barat Daya, Fatuleu Barat, dan Kupang Timur di Kabupaten Kupang; Naga Wutung di Kabupaten Lembata; Kuwus di Kabupaten Manggarai Barat; serta Loaholu, Ndao Nuse, Pantai Baru, Rote Barat, Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Rote Selatan, Rote Tengah, dan Rote Timur di Kabupaten Rote Ndao.

Sementara daerah berstatus Siaga tersebar lebih luas, meliputi sejumlah kecamatan di Kabupaten Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kabupaten Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur, serta Kota Kupang.

Karena itu, pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, dan masyarakat diminta mulai mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama terhadap ketersediaan air bersih, sektor pertanian, dan potensi kebakaran hutan maupun lahan. (PO/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |