SC Kongres IX Tetapkan Enam Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI 2026–2029

1 week ago 11
SC Kongres IX Tetapkan Enam Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI 2026–2029 Ilustrasi(Dok Istimewa)

Steering Committee (SC) Kongres IX Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) resmi menetapkan enam kandidat Calon Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI Periode 2026–2029. Penetapan ini diputuskan dalam Rapat Harian PB SEMMI pada Jumat (10/7/2026) setelah seluruh tahapan verifikasi dinyatakan rampung.

Keputusan resmi tersebut tertuang dalam Surat Nomor: 003/A/SC-KONGRES/SEMMI/VII/2026 tentang Pemberitahuan Penetapan Kandidat Ketua Umum PB SEMMI Periode 2026–2029.

Adapun, enam kader yang resmi ditetapkan sebagai kandidat ialah Achmad Donny, Ahmad Chalil Gibran, Muhammad Senanatha, M. Dwi Apriyanto, Febriansyah Putra, dan Gurun Arisastra.

Koordinator SC Kongres IX SEMMI, Ahmad Marzuki Toekan, menegaskan bahwa seluruh proses penyaringan bakal calon dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

"Penetapan enam kandidat ini merupakan hasil dari proses verifikasi yang telah dilaksanakan secara menyeluruh sesuai dengan mekanisme organisasi. Kami memastikan seluruh bakal calon memperoleh perlakuan yang sama dalam setiap tahapan," ujar Ahmad kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).

Ahmad menjelaskan, setelah penetapan ini, keenam kandidat dijadwalkan memasuki tahapan krusial berupa penyampaian visi, misi, dan gagasan strategis. Forum pemaparan arah kepemimpinan tersebut akan digelar langsung di hadapan Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (LTSI) selaku organisasi induk.

"Melalui forum ini diharapkan seluruh kandidat dapat menyampaikan gagasan terbaiknya secara terbuka sehingga menjadi referensi bagi peserta Kongres dalam menentukan pilihan kepemimpinan PB SEMMI periode mendatang," imbuhnya.

Imbau Kader Jaga Marwah Organisasi

Menjelang puncak pemilihan pada Sidang Pleno Kongres IX SEMMI, SC mengimbau kepada seluruh Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Cabang (PC), kader, serta alumni di seluruh Indonesia untuk menjaga kondusivitas. Dinamika politik dan perbedaan pilihan diharapkan menjadi ruang konsolidasi, bukan perpecahan.

"Perbedaan pilihan adalah bagian dari dinamika demokrasi organisasi. Namun yang jauh lebih penting adalah menjaga persatuan, ukhuwah, dan marwah SEMMI. Siapapun yang nantinya terpilih merupakan hasil keputusan forum tertinggi organisasi yang harus dihormati dan dijaga bersama," pungkas Ahmad.(H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |