Saran Ahli: Cara Orang Tua Hadapi dan Cegah Anak Bercanda Seksis

3 hours ago 1

CANTIKA.COM, Jakarta - Belakangan ini, kasus di FH UI jadi pengingat keras buat kita semua bahwa candaan seksis itu sama sekali enggak lucu. Yuk, mulai sekarang setop normalisasi bercanda seksis di mana pun, mulai dari tongkrongan kampus sampai grup percakapan.

Kenapa sih kita harus peduli? Psikolog klinis Kezia Toto menjelaskan bahwa lelucon seksual itu bikin lingkungan nggak aman. Tanpa sadar, itu adalah bagian dari rape culture yang sering disepelekan.

Bahaya Desensitisasi: Ketika Hal Toxic Jadi Normal

Menurut Kezia, kalau kita diam saja saat ada komentar soal tubuh orang lain, kita seolah mengamini kalau martabat seseorang boleh dijadikan bahan obrolan.

Dampaknya? Terjadi desensitisasi. Ini adalah kondisi di mana sensitivitas kita menurun terhadap kekerasan seksual. Sesuatu yang dulunya dianggap nggak pantas, lama-lama jadi terasa "biasa aja."

"Lelucon yang dianggap 'ringan' bisa berkembang jadi perilaku degradasi seperti catcalling, penyebaran konten intim tanpa izin, bahkan kekerasan fisik dan pemerkosaan," jelas Kezia kepada Cantika dalam wawancara tertulis, 16 April 2026.

Anak Lontarkan Candaan Seksis? Ortu Wajib Lakukan Ini

Kalau Sahabat Cantika mendapati anak melakukan hal ini, jangan sekadar dilarang karena "nggak suka." Orang tua perlu memberi penjelasan yang masuk akal. Dimulai dari menjabarkan dampak nyatanya kepada korban, seperti konsekuensi sosial, efek emosional hingga psikologis yang dirasakan korban.

Jangan lupakan pentingnya refleksi. Tanggung jawab bukan cuma di kata "maaf", tapi memahami kenapa tindakan itu salah.

Langkah selanjutnya membangun empati. Tujuannya bukan sekadar kontrol perilaku, tapi membentuk karakter anak yang punya empati tinggi.

Psikolog Kezia Toto, saat berbincang dengan Cantika di Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025. Foto: CANTIKA/Nita Febriani

Cara Mencegah: Normalisasi Diskusi Sehat di Rumah

Dalam hal apa pun, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Ini beberapa langkah sederhana buat orang tua agar anak tidak bercanda seksis sedari dini.

- Tekankan Soal Respect: Biasakan bicara soal relasi sehat dan batasan (boundaries) sejak dini.

-  Diskusi Terbuka: Buka ruang diskusi soal kejadian sehari-hari anak biar mereka terbiasa refleksi diri.

- Kritis di Ruang Digital: Ajarkan anak untuk kritis terhadap konten misoginis di media sosial.

- Memberi Contoh: Orang tua juga wajib memberi contoh nyata gimana cara menghargai orang lain.

"Tentunya, selain orang tua, institusi tempat anak belajar dan lingkungan anak yang lebih luas juga memiliki peran penting untuk menjadikan lingkungan tersebut sebagai ruang yang aman bagi setiap orang, serta mencegah terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual, pesan psikolog Kezia.

Ingat ya, lingkungan yang aman adalah tanggung jawab kolektif, mulai dari rumah, kampus, hingga institusi pendidikan.

Pilihan Editor: Pelecehan di FH UI, Komnas Perempuan: Pemulihan Korban Harus Diutamakan

SILVY RIANA PUTRI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |