RoBird Teknologi Drone Biomimetik Solusi Hama Burung Pertanian Australia

1 week ago 12
RoBird Teknologi Drone Biomimetik Solusi Hama Burung Pertanian Australia Ilustrasi--Robird(AFP/GEORGES GOBET)

SEKTOR pertanian Australia menghadapi tantangan besar akibat serangan hama burung liar yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga lebih dari 300 juta dolar (sekitar Rp4,6 triliun) per tahun. Tanaman hortikultura bernilai tinggi seperti stroberi, anggur, dan biji-bijian menjadi sasaran utama burung-burung seperti perkici (lorikeet).

Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menjelaskan bahwa menangani masalah ini di Australia tidaklah sederhana. Hal ini disebabkan oleh status banyak burung liar yang masuk dalam kategori satwa dilindungi, sehingga metode pengendalian harus dilakukan tanpa melukai hewan tersebut.

Selama ini, petani mengandalkan metode konvensional yang memiliki berbagai kelemahan. Berikut adalah perbandingan metode pengusir burung yang umum digunakan:

Metode Konvensional Kekurangan
Jaring (Netting) Biaya tinggi, risiko menjebak satwa lain, merusak ekosistem.
Alat Pengusir Suara/Gas Polusi suara, burung cepat beradaptasi (tidak lagi takut).
Objek Reflektif & Tiruan Predator Efektivitas rendah dalam jangka panjang.

Inovasi RoBird: Robot Elang Peregrine

Sebagai solusi mutakhir, Australia kini mengembangkan 'RoBird', sebuah robot burung pemangsa yang dirancang dengan teknologi biomimetik. Robot ini meniru anatomi dan perilaku elang peregrine, yang dikenal sebagai burung tercepat di dunia.

"Hal yang paling menarik perhatian adalah desain biomimetiknya, termasuk ukuran, siluet, dan pola terbang yang sangat mirip dengan elang asli. Ini membuat burung pengganggu merasa terancam secara alami," ujar Prof Ronny.

Secara teknis, RoBird memiliki spesifikasi yang ramah lingkungan dan efisien:

  • Material: Sayap busa poli fleksibel yang dapat mengepak.
  • Bobot: Kurang dari satu kilogram (aman bagi lingkungan).
  • Durasi Terbang: Sekitar 15 menit per sesi dengan baterai isi ulang.
  • Fungsi: Menakuti predator secara visual tanpa melukai satwa liar.

Hasil uji coba di berbagai perkebunan stroberi menunjukkan efektivitas yang luar biasa, di mana kerusakan buah akibat serangan burung berhasil ditekan hingga 89%.

Menurut Prof Ronny, teknologi ini jauh lebih unggul karena tidak mengganggu ekosistem seperti penggunaan tembakan gas atau jaring fisik.

Integrasi AI dan Masa Depan Pertanian

Prof Ronny memprediksi bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, RoBird akan menjadi standar baru dalam perlindungan tanaman hortikultura di Australia. Terlebih lagi, teknologi ini dapat diintegrasikan dengan sistem pintar lainnya.

"Drone ini bisa diprogram untuk patroli otomatis, terhubung dengan sensor Internet of Things (IoT) dan kamera kecerdasan buatan (AI). Dengan begitu, deteksi burung pengganggu dapat dilakukan secara real-time dengan akurasi tinggi," tambahnya.

Meski investasi awal teknologi ini tergolong besar, Prof Ronny menekankan bahwa secara ekonomi sangat menguntungkan dalam jangka panjang. Penghematan dari berkurangnya kerusakan hasil panen membuat RoBird menjadi investasi yang layak bagi petani komoditas ekspor seperti apel dan anggur.

Dengan inovasi ini, Australia berpeluang besar menjadi pelopor dunia dalam penggunaan drone biomimetik untuk pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |