Winger Lyon Ernest Nuamah kembali mencetak gol setelah pulih dari cedera knee saat OL membekuk Auxerre 3-1.(AFP)
PENYERANG internasional Ghana milik Olympique Lyonnais, Ernest Nuamah, membagikan rasa gembiranya usai mencetak gol ketiga yang mengunci kemenangan 3-1 Lyon atas Auxerre pada pekan ke-3 Ligue 1, Jumat lalu. Gol tersebut terasa amat spesial lantaran menjadi torehan pertamanya di kompetisi tertinggi Liga Prancis sejak 9 Maret 2025.
Momen gol terakhir Nuamah terjadi pada laga pekan ke-25 Ligue 1 musim sebelumnya, saat Lyon memetik kemenangan 2-0 di kandang Nice. Setelah masa-masa sulit akibat cedera, pemain muda ini akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor.
"Ini adalah perasaan yang fantastis. Kami mengamankan tiga poin di kandang sendiri, tidak ada yang lebih baik dari ini. Saya sangat bahagia bisa mencetak gol pertama saya di Ligue 1 setelah sekian lama," ujar Nuamah saat ditemui di zone mixte usai pertandingan.
Perjalanan Nuamah untuk kembali ke lapangan memang tidak mudah. Ia sempat dibekap cedera lutut parah hingga harus menjalani operasi besar, yang membuatnya absen hampir sepanjang musim lalu.
"Periode itu sama sekali tidak mudah untuk dijalani. Namun, sekarang saya sudah kembali ke level terbaik dan siap memberikan yang maksimal," ungkapnya.
Nuamah juga memuji kekompakan dan kekuatan skuad Les Gones pada musim ini yang dinilainya tampil jauh lebih solid.
"Tim kami sangat kuat musim ini, ada kolektivitas yang bagus. Saya pikir kami solid dengan mentalitas yang sangat baik. Kami memulai liga dengan baik dan ingin memenangkan pertandingan sebanyak mungkin. Setiap orang tahu apa yang harus dilakukan di lapangan dan saling membantu satu sama lain," tambah Nuamah yang bertekad untuk terus membantu timnya.
Dalam laga kontra Auxerre, dua gol pembuka Lyon di babak pertama disumbangkan oleh para pemain anyar yang didatangkan pada bursa transfer musim panas. Gol pertama dicetak oleh bek asal Austria, Felix Bacher, yang diboyong dari klub kasta teratas Portugal, Estoril. Sementara itu, gol kedua lahir dari aksi bek kanan asal Swiss, Zachary Athekame, pemain yang dipinjam dari AC Milan.
Athekame mencetak gol indah lewat sepakan terukur dari luar kotak penalti memanfaatkan umpan tarik dari Loïs Openda.
"Saya melihat bola datang ke arah saya, mengontrolnya, lalu melepas tembakan tanpa banyak berpikir. Saya sempat mencetak dua gol seperti itu musim lalu," cerita Athekame.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi skuad asuhan Lyon setelah sempat menelan hasil kurang memuaskan di panggung domestik maupun Eropa.
"Saya sangat senang. Ini memberi saya emosi yang sangat besar, terlebih kami meraih kemenangan yang terkontrol di kandang sendiri. Kami puas karena bisa menjaga rekor tak terkalahkan. Sebelumnya kami melewati dua laga yang membuat kami kurang puas. Bangkit dengan kemenangan ini terasa sangat baik," pungkas sang bek.
Sebelum membekuk Auxerre, Lyon memang sempat menelan kekecewaan usai tersingkir di babak play-off Liga Champions dari klub asal Turki, Fenerbahce, dengan agregat 2-1 (imbang 1-1 di leg pertama, kalah 2-1 di leg kedua). Tiga hari berselang, langkah Lyon di liga juga sempat tertahan setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Le Havre. Kemenangan atas Auxerre ini pun menjadi momentum kebangkitan yang sempurna bagi Olympique Lyonnais. (AFP/Z-2)







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)