Drone Rusia Hantam Markas SBU di Kyiv Jelang Mediasi Perdamaian AS

6 hours ago 1
Drone Rusia Hantam Markas SBU di Kyiv Jelang Mediasi Perdamaian AS Serangan drone Rusia menghantam markas SBU di pusat kota Kyiv, mengincar ruang kerja Oleksandr Poklad. Presiden Zelensky perintahkan balasan setimpal.(AFP)

SEBUAH pesawat nirawak (drone) milik Rusia menghantam gedung markas besar Dinas Keamanan Ukraina (SBU) di pusat kota Kyiv pada Jumat sore. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi serangan tersebut secara khusus mengincar ruang kerja yang digunakan Kepala SBU, Oleksandr Poklad.

Hingga saat ini belum dipastikan apakah Poklad berada di dalam gedung saat serangan terjadi. Namun, Zelensky menyatakan telah berkomunikasi secara langsung dengan pimpinan keamanan tersebut dan menginstruksikan adanya balasan yang setimpal.

"Drone tersebut diarahkan secara langsung ke kantor Kepala Dinas Keamanan di gedung itu. Semua layanan darurat telah berada di lokasi. Semua korban yang terdampak akan menerima bantuan yang diperlukan," ujar Zelensky dalam pernyataan resminya di Telegram.

Zelensky menambahkan dirinya telah memberikan arahan tegas terkait langkah lanjutan.

"Saya menginstruksikan Poklad untuk memberikan respons yang tepat, nyata, dan jika memungkinkan, mencerminkan serangan ini kepada pihak Rusia setelah semuanya siap. Militer kami akan mendukung respons tersebut," tegasnya.

Foto-foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan asap hitam pekat membumbung dari dua jendela bagian depan gedung SBU. Gedung yang berlokasi tak jauh dari Katedral St. Sophia tersebut merupakan komponen krusial dalam pertahanan Ukraina, terutama dalam merancang serangan jauh ke dalam infrastruktur Rusia.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, menyebut insiden ini sebagai bentuk eskalasi serius.

"Meskipun ada dorongan baru untuk perdamaian, Moscow tetap melancarkan serangan ini, memperlihatkan penolakan mereka yang sebenarnya terhadap diplomasi. Ini adalah eskalasi besar yang membutuhkan tindakan tegas," ujar Sybiha.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan lima orang mengalami luka-luka akibat serangan di markas SBU tersebut, meski tidak merinci apakah para korban berada di dalam gedung atau di sekitar lokasi.

Serangan tersebut juga merusak sebuah kafe yang berdekatan dengan gedung SBU, menyebabkan seorang pengunjung harus dilarikan ke rumah sakit. Stanislav Zavertaylo, pemilik kedai Zavertailo, mengungkapkan bahwa ini adalah kafe miliknya yang ketiga yang mengalami kerusakan sejak invasi berskala penuh dimulai.

"Saat ini saya masih syok karena kerusakannya cukup parah. Seluruh kaca jendela pecah, banyak puing dan sampah di mana-mana," ungkap Zavertaylo.

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari yang sama mengonfirmasi telah menghantam sebuah kapal kargo di pelabuhan Chornomorsk serta sebuah kapal tanker di dekat Odesa. Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia memang meningkatkan intensitas serangan siang hari dengan memanfaatkan drone bertenaga jet yang lebih cepat dan sulit dicegat.

Serangan beruntun ini terjadi tepat sebelum kunjungan utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang dijadwalkan tiba pekan ini untuk melakukan mediasi perdamaian. Kedua utusan yang memimpin upaya Presiden AS Donald Trump tersebut dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Sabtu, sebelum melanjutkan pembicaraan dengan Presiden Zelensky di Kyiv pada Minggu. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |