Harry Kane dan Erling Haaland(Instagram/X)
KAPTEN tim nasional Inggris, Harry Kane, melempar pujian setinggi langit sekaligus menegaskan batasan taktis menjelang laga hidup-mati kontra Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026. Kane menyebut ujung tombak Norwegia, Erling Haaland, sebagai sosok "monster" dan "mesin gol", namun menolak anggapan bahwa gaya bermain mereka berdua serupa di atas lapangan.
Pertandingan yang akan digelar di Miami, Minggu (12/7) dini hari WIB ini memang diposisikan publik sebagai panggung megah adu tajam dua striker paling mematikan di sepak bola modern. Haaland saat ini memimpin masuk daftar top skor dengan koleksi tujuh gol dari empat laga. Sementara itu, Kane membayangi ketat dengan torehan enam gol, sekaligus mengukuhkan dominasi historisnya dengan total 14 gol di sepanjang keikutsertaannya pada ajang Piala Dunia.
Kendati sama-sama berstatus sebagai predator di kotak penalti, Kane menilai karakteristik permainan mereka memiliki perbedaan.
"Kami adalah tipe penyerang yang benar-benar berbeda. Erling adalah mesin yang luar biasa secara fisik, seorang monster dengan penyelesaian akhir level tertinggi. Namun, saya melihat diri saya sebagai pemain yang lebih dinamis. Saya lebih suka turun ke bawah, menjemput bola, dan terlibat langsung dalam membangun sirkulasi permainan tim, meski saya juga bisa diplot sebagai striker murni nomor sembilan," urai Harry Kane dalam konferensi pers di Miami, Jumat (10/7) waktu setempat.
Penyerang andalan Bayern Muenchen itu menegaskan bahwa fokus utamanya di Amerika Serikat bukanlah mengejar gelar individu Sepatu Emas (Golden Boot) seperti yang pernah diraihnya pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Bagi Kane, prioritasnya saat ini adalah menuntaskan dahaga gelar juara major yang telah menghantui publik Inggris selama 60 tahun sejak terakhir kali mengangkat trofi pada Piala Dunia 1966.
Di bawah kepemimpinan Kane, generasi The Three Lions berulang kali nyaris mencetak sejarah namun kerap kandas di momen krusial, termasuk kekalahan beruntun di dua final Piala Eropa serta eliminasi menyakitkan di fase semifinal dan perempat final Piala Dunia terdahulu.
Menghadapi fase krusial turnamen yang menyisakan waktu delapan hari menuju partai puncak, Kane mengobarkan semangat tempur skuadnya untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik dalam tiga laga potensial ke depan.
"Sampai kami benar-benar berhasil mengangkat trofi itu, keraguan publik akan selalu membayangi tim ini. Namun, kami berada di posisi yang sangat ideal. Kami telah melewati berbagai rintangan berat selama enam minggu terakhir dan kini saatnya melakukan dorongan final. Kami butuh semua pemain berada di level tertinggi untuk mewujudkan mimpi menguasai dunia," kata Kane optimistis.
(AFP/P-4)

















































