Populasi Orang Utan Sumatra Tersisa 11.694

1 week ago 18
Populasi Orang Utan Sumatra Tersisa 11.694 Ilustrasi(MI/Susanto)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mengungkap hasil survei populasi terbaru orang utan Sumatera (Pongo abelii) dan orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Berdasarkan survei periode 2021–2023, populasi Orangutan Sumatera diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli hanya 716 individu.

Hasil survei tersebut dipaparkan dalam Seminar Nasional Refleksi Satu Dekade Konservasi orang utan Sumatera dan orang utan Tapanuli Secara Kolaboratif di Medan, Sabtu (18/7). Temuan itu akan menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan konservasi kedua spesies endemik Indonesia.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan konservasi orang utan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar upaya perlindungan spesies dapat berjalan efektif.

"Konservasi orang utan merupakan tanggung jawab bersama. Keberhasilannya hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, mitra konservasi, dunia usaha, dan masyarakat. Data ilmiah yang dihasilkan melalui survei ini menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan konservasi yang tepat sasaran," kata Rohmat.

Ia mengatakan pemerintah terus memperkuat perlindungan habitat, meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, serta mendorong sinergi berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan populasi orang utan Sumatera dan orang utan Tapanuli. 

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies sebagai prioritas nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Heri Wahyudi Marpaung mengatakan habitat orang utan tidak hanya berada di kawasan konservasi, tetapi juga melintasi hutan lindung, hutan produksi, hingga areal penggunaan lain (APL). 

Karena itu, menurutnya, konservasi harus dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan hutan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Selain memaparkan hasil survei, seminar tersebut juga menandai dimulainya penyusunan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) orang utan Sumatera dan orang utan Tapanuli 2026. 

Dokumen tersebut akan menjadi landasan ilmiah dalam penyempurnaan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) kedua spesies.

Kemenhut menyebut hasil survei juga menunjukkan masih besarnya tantangan konservasi. Populasi orang utan Sumatera tercatat menurun dibandingkan baseline tahun 2011, sementara orang utan Tapanuli tetap berada dalam kondisi rentan karena populasinya hanya tersebar di bentang alam Batang Toru.

"Pelaksanaan survei populasi dan penyusunan PHVA menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi IBSAP 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional. Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar konservasi orang utan Sumatera dan orang utan Tapanuli dapat berjalan secara sistematis, adaptif, dan berkelanjutan," ujar Rohmat.

(P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |