Polisi Lakukan Tes Kejiwaan Terduga Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi

1 week ago 25
Polisi Lakukan Tes Kejiwaan Terduga Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Teror bom pada hari pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, Senin (13/7)(Sosial media X/@jakartaforum)

POLRES Metro Jakarta Selatan akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap MY,34, pria yang diduga melakukan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa. MY ditangkap polisi, Senin (13/7/2026).

Plt Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech menjelaskan tes kejiwaan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan kasus yang sempat menggegerkan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut.

"Iya betul, kami akan melakukan tes kejiwaan," ujar Alpino di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Ia menjelaskan bahwa MY masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Alpino menjelaskan bahwa status MY masih sebagai saksi. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan pada pukul 12.20 WIB di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Jagakarsa.

"Sampai saat ini masih saksi, nanti kami akan sampaikan pada kesempatan berikutnya," tambah Alpino.

Ancaman Bom di Hari Pertama MPLS

Insiden teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Senin (13/7) pagi sekitar pukul 07.30 WIB, ketika siswa dan guru tengah melaksanakan upacara pembukaan MPLS. Ancaman dikirimkan melalui pesan singkat WhatsApp kepada guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) sekolah.

Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam akan meledakkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah. Pelaku juga sempat memperingatkan pihak sekolah agar tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Namun, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan aparat keamanan demi keselamatan siswa.

Polres Metro Jakarta Selatan menerima laporan meminta  para siswa untuk segera pulang ke rumah. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana juga dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran menyeluruh guna memastikan keamanan area sekolah.

Selain fokus pada aspek hukum, kepolisian juga memperhatikan dampak psikologis para siswa yang menyaksikan kepanikan saat kejadian. Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya dijadwalkan akan turun ke sekolah untuk memberikan pendampingan psikologis.

"Besok dari Direktorat PPA PPO akan hadir ke sekolah untuk melakukan trauma healing terhadap anak-anak kita," pungkas Alpino. (Ant/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |