PLTU Tanjung Sauh Tambah Pasokan Listrik 300 MW untuk Batam-Bintan

1 week ago 18
PLTU Tanjung Sauh Tambah Pasokan Listrik 300 MW untuk Batam-Bintan PLTU Tanjung Sauh berkapasitas 300 MW menjadi penguat sistem kelistrikan Batam-Bintan untuk mendukung pertumbuhan industri, investasi, dan ekonomi digital kawasan.(MI/HENDRI KREMER)

SISTEM kelistrikan Batam-Bintan akan semakin diperkuat dengan hadirnya tambahan pasokan listrik sebesar 300 megawatt (MW) dari PLTU Tanjung Sauh Unit 1 dan Unit 2. Pembangunan pembangkit ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keandalan energi sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan investasi di Batam.

Penguatan kapasitas energi tersebut merupakan hasil sinergi antara PT PLN (Persero) UID Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) bersama PT Panbil Utilitas Sentosa melalui pembangunan PLTU Tanjung Sauh dengan kapasitas total 2 x 150 MW.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) Layanan Khusus antara PLN dan PT Panbil Utilitas Sentosa. Dalam kerja sama tersebut, PLN menyediakan pasokan listrik tegangan tinggi sebesar 33 MVA untuk mendukung kebutuhan power backfeeding selama proses commissioning serta penyelesaian pembangunan PLTU Tanjung Sauh.

Setelah beroperasi secara komersial, PLTU Tanjung Sauh akan terintegrasi dengan sistem kelistrikan Batam-Bintan dan menambah kapasitas pasokan listrik lokal. Tambahan daya ini diharapkan mampu memperkuat cadangan listrik serta meningkatkan fleksibilitas sistem dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang.

Keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan sektor industri strategis. Dengan tambahan kapasitas tersebut, Batam semakin siap menarik investasi pada berbagai sektor bernilai tambah tinggi, seperti pusat data (data center), manufaktur teknologi tinggi, semikonduktor, serta industri berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Managing Director PT Panbil Utilitas Sentosa, Frans Richard Leonard, mengatakan dukungan kelistrikan dari PLN menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengujian hingga pengoperasian PLTU Tanjung Sauh berjalan sesuai rencana.

“Dukungan PLN menjadi fondasi penting dalam proses commissioning hingga PLTU Tanjung Sauh dapat beroperasi secara optimal. Kami berharap proyek ini mampu menghadirkan sumber energi yang andal bagi kawasan industri terpadu di Batam,” ujar Frans, Jumat (17/7).

Sementara itu, General Manager PLN UID WRKR, Didik Wicaksono, menyampaikan bahwa penguatan sistem kelistrikan Batam-Bintan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan daya saing investasi.

“Keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing kawasan. Melalui kolaborasi dan solusi kelistrikan yang adaptif, PLN terus mendukung pengembangan energi lokal yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Didik.

Menurutnya, peningkatan kapasitas listrik di Batam-Bintan juga sejalan dengan upaya mendukung transformasi kawasan menjadi pusat industri masa depan. Infrastruktur energi yang kuat akan memberikan kepastian bagi investor dalam mengembangkan industri digital dan teknologi tinggi.

Dengan tambahan pasokan listrik 300 MW dari PLTU Tanjung Sauh, Batam-Bintan semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan strategis nasional yang siap mendukung ekspansi industri, ekonomi digital, dan investasi teknologi di kawasan Asia Tenggara.(H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |