Piala Dunia 2026: Luis de la Fuente Optimistis Spanyol Mampu Tumbangkan Prancis di Semifinal

1 week ago 14
 Luis de la Fuente Optimistis Spanyol Mampu Tumbangkan Prancis di Semifinal Pelatih Timnas Prancis Luis de la Fuente.((AFP))

PELATIH tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, meyakini anak asuhnya memiliki modal kuat untuk menumbangkan tim favorit turnamen, Prancis, pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, pada Rabu (15/7). De la Fuente menegaskan bahwa dirinya mengusung ekspektasi yang sangat tinggi menjelang duel sengit menghadapi skuad asuhan Didier Deschamps tersebut.

Keyakinan ini membubung setelah La Roja sukses menembus babak empat besar berkat kemenangan 2-1 atas Belgia di perempat final. Keberhasilan tersebut disebut De la Fuente sebagai buah dari kerja keras seluruh anggota skuad, terutama dengan sumbangan gol dari Fabian Ruiz dan Mikel Merino yang merupakan bagian dari rotasi lini tengahnya.

"Prancis memiliki potensi yang luar biasa, begitu pula dengan kami. Kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi untuk pertandingan berikutnya," ujar De la Fuente dikutip dari the Guardians.

Pertemuan di Dallas ini diprediksi akan berjalan sangat ketat dan menguras fisik. De la Fuente menyadari bahwa rotasi dan kebugaran pemain akan menjadi kunci utama untuk meredam agresivitas Les Bleus yang tampil impresif sepanjang turnamen, termasuk saat menyingkirkan Maroko di perempat final. "Saya pikir pertandingan ini sangat terbuka. Ini akan membutuhkan pemain yang segar dan energik. Kami akan memberikan segalanya," kata De la Fuente.

Spanyol dipastikan memiliki kepercayaan diri berlebih mengingat mereka sempat mengalahkan Prancis dengan skor serupa, 2-1, pada fase yang sama di Euro 2024 sebelum akhirnya keluar sebagai juara Eropa.

Meski demikian, keputusan De la Fuente dalam meracik strategi kerap mengundang perhatian, seperti saat memainkan Ruiz sejak awal dan membangkucadangkan Pedri kala bersua Belgia. Namun taktik tersebut terbukti jitu setelah Ruiz mencetak gol Piala Dunia pertamanya, disusul Merino yang kembali menjadi pahlawan dari bangku cadangan.

"Setiap orang di lapangan memiliki tugas dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Kami harus membuat keputusan yang selalu sangat terperinci, sangat dianalisis, dan sangat disesuaikan dengan lawan," tutur De la Fuente.

Kedalaman skuad Spanyol yang merata ini pun diakui oleh pelatih Belgia, Rudi Garcia. Seusai laga perempat final, Garcia memuji kontinuitas yang dimiliki rivalnya tersebut yang dinilai menjadi kekuatan utama Spanyol dalam mengukir prestasi.

"Skuad mereka tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain. Sangat penting bagi sebuah tim nasional untuk memiliki kontinuitas dengan pemain yang bermain bersama dalam waktu lama," kata pelatih Belgia itu.

Kendati berhasil melangkah ke semifinal, Spanyol masih memiliki sejumlah catatan evaluasi. Pada laga kontra Belgia, lini tengah sempat goyang setelah Ruiz ditarik keluar, sementara Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal dinilai kurang klinis di lini depan.

Namun, catatan positif juga mengiringi langkah mereka, termasuk rekor Unai Simon yang sempat menjaga gawangnya tidak kebobolan selama 650 menit di Piala Dunia sejak 2022, serta rekor De la Fuente yang belum terkalahkan dalam 13 laga di turnamen mayor.

Menghadapi Prancis, De la Fuente memastikan anak asuhnya siap tempur demi menjaga momentum positif tersebut dan mengamankan tiket ke partai puncak. "Dengan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada rival kami, kami merasa mampu mengalahkan tim mana pun. Kami berada di posisi yang hebat," ucap De la Fuente. (Ndf/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |