Petani Almadera Bogor Kembangkan Hidroponik Digital

1 week ago 12
Petani Almadera Bogor Kembangkan Hidroponik Digital Petani Almadera, yang berlokasi di Perumahan Perum 2, Desa Parung Panjang, Kabupaten Bogor(MI/HO)

KOMUNITAS Petani Almadera, yang berlokasi di Perumahan Perum 2, Desa Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kini mulai bertransformasi menuju pertanian modern. Melalui pendampingan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana (UMB), para petani setempat mengembangkan budidaya sayuran hidroponik yang terintegrasi dengan manajemen usaha berbasis digital.

Program pemberdayaan ini terealisasi berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui skema hibah pemberdayaan berbasis masyarakat (Nomor Kontrak: 01-1-4/014/SPK-PKM/V/2026). Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala keterbatasan lahan dan rendahnya nilai ekonomi hasil panen yang selama ini dihadapi warga.

Sebelum adanya intervensi program, anggota komunitas hanya memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam secara konvensional. Wahyu Hidayat, perwakilan kelompok tani, mengakui bahwa metode lama tersebut membuat hasil panen tidak konsisten dan sulit dipasarkan secara luas.

"Kami selama ini hanya menanam secara sederhana di pekarangan rumah. Hasil panennya belum konsisten, dan kami juga belum memahami bagaimana mengelola usaha maupun memasarkan produk secara lebih luas," ungkap Wahyu.

Inovasi Teknologi dan Manajemen Digital

Tim PkM UMB yang diketuai Novika Chandra Fertilia, bersama dosen Yopi Lutfiansyah dan Bethriza Hanum, serta melibatkan mahasiswa Muhamad Heriyanto dan Bertolomeus Yohannes Siregar, menerapkan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Selain infrastruktur fisik, tim juga memberikan pembekalan komprehensif mengenai tata kelola usaha di era digital.

Berikut adalah rincian dukungan dan materi pelatihan yang diberikan kepada Komunitas Petani Almadera:

Kategori Deskripsi Dukungan
Teknologi Budidaya Instalasi hidroponik NFT, netpot, rockwool, pompa air, alat ukur pH dan TDS, serta penggunaan panel surya.
Manajemen Usaha Pembukuan sederhana, pencatatan transaksi digital, pengelolaan stok, dan penentuan Harga Pokok Produksi (HPP).
Pemasaran & Pengemasan Pelatihan pemasaran melalui media sosial dan marketplace, serta penyediaan perlengkapan pengemasan hasil panen.

Wahyu menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru bagi kelompok tani. "Kami tidak hanya belajar menanam, tetapi juga memahami cara mengelola usaha secara profesional. Kami menjadi lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depan," tuturnya.

Ketua tim PkM UMB, Novika Chandra Fertilia, berharap program ini menjadi pemantik kemandirian ekonomi di Desa Parung Panjang. Dengan beralih ke sistem modern, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi yang memiliki daya saing di pasar digital, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan keluarga. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |