Persetujuan Visa Bisnis ke Australia Hanya 3 Hari

3 hours ago 1

ASISTEN Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite MP menyatakan proses persetujuan visa bisnis bagi warga negara Indonesia bisa rampung dalam tiga hari. “Kami memastikan adanya peluang bagi para pelaku bisnis Indonesia, baik perempuan maupun laki-laki, untuk datang ke Australia menjajaki investasi dan mendirikan kegiatan usaha mereka di sana,” kata Thistlethwaite, di Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli 2026.

Pernyataan itu disampaikan Thistlethwaite dalam peluncuran Katalis 2.0, yakni program di bawah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Katalis 2.0 bertujuan memperkuat perdagangan dan investasi dua arah serta membuka potensi ekonomi Indonesia dan Australia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Thistlethwaite menyatakan, kehadiran visa bisnis dengan masa berlaku lima tahun yang dapat diproses sekitar tiga hari menjadi salah satu kebijakan Australia untuk mendukung arus investasi dari Indonesia. 

Ia mengaku sudah mencermati peningkatan investasi dari perusahaan Indonesia di Australia. Investasi itu datang dari industri kakao, energi terbarukan, hingga sumber daya alam. Untuk mendukung investasi tersebut, Thistlethwaite mengatakan pemerintah Australia mengalokasikan anggaran senilai AUD 40 juta untuk mendanai Katalis 2.0.

Thistlethwaite menjelaskan, Australia dan Indonesia pernah melaksanakan program serupa yakni Katalis 1.0. Ia mengatakan, program itu berhasil menjembatani pelaku UMKM perempuan Indonesia mengekspor kakao ke negara kanguru itu. 

Tidak hanya sektor dagang, Thistlethwaite mengatakan Katalis 1.0 memfasilitasi perawat Indonesia mendapatkan pelatihan daring dari University of New England hingga bekerja di sektor kesehatan Australia. Oleh karena itu, peluncuran Katalis 2.0 bertujuan untuk memperluas peluang bisnis dan hubungan masyarakat kedua negara.   

Thistlethwaite mengatakan, perdagangan dua arah antara Australia dan Indonesia meningkat dua kali lipat sejak IA-CEPA berlaku pada 2020. Ia menuturkan, investasi perusahaan Australia di Indonesia meningkat sekitar 8 persen dengan nilai setidaknya US$ 1,2 miliar per tahun.

Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti memetakan sektor yang menjadi prioritas dalam Katalis 2.0 adalah pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Untuk pendidikan, melalui pembukaan kampus cabang Australia di Indonesia hingga program joint degree.  

Selain itu, Roro mengatakan pemerintah membidik kerja sama di sektor jasa, khususnya untuk layanan kesehatan. Ia mendorong agar perawat Indonesia bisa mendapat transfer pengetahuan, pelatihan, dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia agar memenuhi standar internasional. “Ini membuka peluang bagi warga Indonesia untuk berkiprah,” ujarnya. 

Terakhir, Roro mengatakan pemerintah Indonesia mendorong kerja sama dengan UMKM. Ia berharap pelaku UMKM bisa meningkatkan kapasitas usaha sehingga bisa mengekspor produk ke Australia. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |