SMK Negeri 1 Babelan merupakan satu-satunya sekolah kejuruan di wilayah ini, sementara kebutuhan pendidikan masyarakat meningkat.(Dok Istimewa )
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi bersama DPRD setempat terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya memperluas akses pendidikan menengah.
Pada 2027, Kabupaten Bekasi menargetkan pengajuan pembangunan empat Unit Sekolah Baru (USB) tingkat SMA dan SMK kepada Pemprov Jabar sebagai solusi meningkatkan daya tampung peserta didik.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Boby Agus Ramdan, mengatakan usulan pembangunan empat USB merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan pemerataan layanan pendidikan negeri di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.
"Target kami pada 2026 mengajukan dua Unit Sekolah Baru kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat . Meski kewenangan SMA dan SMK berada di provinsi, kami memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kebutuhan pendidikan masyarakat Kabupaten Bekasi," ujarnya saat meninjau bakal lokasi SMK Negeri 2 Babelan di Jalan Arjuna Permata Gading Harapan, Desa Kebalen, Kecamatan Babelan, akhir pekan kemarin.
Menurut dia, koordinasi antara Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Dinas Pendidikan, dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah 3 terus dilakukan agar kebutuhan sekolah baru dapat diakomodasi secara bertahap.
Pada 2026, pembangunan SMAN 2 Cikarang Timur dan SMAN 2 Karangbahagia telah memasuki tahap realisasi, sementara SMAN 2 Serangbaru dan SMKN 2 Babelan diproyeksikan menjadi salah satu prioritas pada 2027.
Ia menjelaskan, usulan pembangunan sekolah baru didorong tingginya kebutuhan masyarakat terhadap sekolah negeri yang setiap tahun tecermin pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya di jenjang SMA dan SMK.
"Setiap tahun, SPMB selalu menjadi perhatian karena daya tampung sekolah negeri masih terbatas. Solusi jangka panjangnya adalah menambah Unit Sekolah Baru di wilayah yang memang membutuhkan," kata Boby dalam keterangannya dikutip Senin (13/7).
Usulan masyarakat
Selain itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki usulan lokasi pembangunan sekolah, khususnya lahan berstatus jelas dan mendapat dukungan warga setempat.
"Silakan masyarakat mengusulkan lahan yang memenuhi persyaratan. Kami akan membawa aspirasi tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar dapat dipertimbangkan sebagai lokasi pembangunan sekolah baru," tambahnya.
Sementara itu, Bagian Sarana dan Prasarana KCD Wilayah 3 Kabupaten dan Kota Bekasi, Parhan Firmansyah, mengatakan, pihaknya telah melakukan survei terhadap lahan yang diusulkan masyarakat di Kecamatan Babelan sebagai calon lokasi pembangunan SMKN 2 Babelan.
"Kami hadir untuk memfasilitasi dan menindaklanjuti usulan masyarakat. Lahan yang diusulkan akan kami kaji, termasuk memastikan statusnya clear and clean sebelum diproses lebih lanjut sesuai ketentuan," ujar Parhan.
Ia menjelaskan, lahan yang telah memenuhi persyaratan nantinya akan melalui proses administrasi, termasuk hibah aset dari Pemkab Bekasi kepada Pemprov Jabar sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.
Menurutnya, usulan SMKN 2 Babelan menjadi bagian dari rencana pengembangan layanan pendidikan menengah di Kabupaten Bekasi. Lokasi itu dinilai strategis mengingat Kecamatan Babelan saat ini baru memiliki satu sekolah kejuruan negeri, sehingga keberadaan sekolah baru diharapkan mampu meningkatkan pemerataan akses pendidikan.
"Apabila seluruh persyaratan terpenuhi dan anggaran tersedia, kami berharap usulan pembangunan SMKN 2 Babelan dapat direalisasikan pada 2027 sehingga kebutuhan pendidikan masyarakat di wilayah Babelan dapat semakin terlayani," pungkasnya. (AK/E-4)

















































