ilustrasi(TAP)
Indonesia mulai memasuki fase ageing population seiring proporsi penduduk lanjut usia yang telah melampaui 10% dari total populasi nasional. Pertumbuhan jumlah lansia tersebut turut meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan hunian yang aman, sehat, dan layak sebagai salah satu penunjang kualitas hidup di usia senja.
Persoalan hunian layak masih menjadi tantangan, terutama bagi lansia di wilayah pedesaan. Di sejumlah daerah, masih terdapat warga lanjut usia yang tinggal seorang diri di rumah dengan kondisi bangunan yang mulai rusak, sirkulasi udara kurang baik, serta fasilitas sanitasi yang terbatas. Kondisi serupa ditemukan di Desa Merapun, Kalimantan Timur. Sejumlah lansia di wilayah tersebut masih menempati rumah yang mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia bangunan dan keterbatasan ekonomi.
Kementerian Kesehatan menempatkan rumah sehat sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi kelembapan dan paparan debu, asap, maupun mikroorganisme. Sementara itu, sanitasi yang memadai berperan dalam menekan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
Berangkat dari kondisi tersebut, TAP Untuk Negeri melalui PT Yudha Wahana Abadi (YWA) kembali menjalankan Program Renovasi dan Sanitasi (Pondasi) di Desa Merapun, Kalimantan Timur. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya para lansia, agar dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman, sehat, nyaman, dan layak.
Program Pondasi tidak hanya menyasar perbaikan struktur rumah, tetapi juga mencakup peningkatan fasilitas sanitasi. Dengan demikian, hunian diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berlindung, melainkan mampu mendukung kesehatan dan kesejahteraan penghuninya.
Kepala Desa Merapun Lobrik John menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang dilakukan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama warga lanjut usia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TAP Untuk Negeri melalui PT YWA atas kepeduliannya kepada masyarakat Desa Merapun. Program ini memberikan manfaat yang nyata, khususnya bagi warga lanjut usia yang kini dapat tinggal di rumah yang lebih layak, aman, dan sehat. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak positifnya,” ujarnya.
Bagi lansia, rumah memiliki makna lebih dari sekadar tempat tinggal. Hunian yang aman dan sehat menjadi ruang penting untuk menjalani masa tua dengan rasa nyaman, terlindungi, dan bermartabat.
Melalui Program Pondasi, pembangunan masyarakat ditunjukkan tidak hanya melalui penguatan ekonomi, tetapi juga melalui penyediaan lingkungan tempat tinggal yang layak. Rumah yang sehat dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup keluarga, termasuk kelompok lansia yang semakin bertambah di Indonesia. Di tengah perubahan struktur demografi nasional, kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat diharapkan dapat mendorong lebih banyak inisiatif serupa. Sebab, perhatian terhadap lansia pada akhirnya menjadi bagian dari cara sebuah bangsa menjaga martabat dan menghargai mereka yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan. (E-3)

















































