Penguatan Kompetensi Ahli Bedah Jadi Kunci Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

8 hours ago 2
Penguatan Kompetensi Ahli Bedah Jadi Kunci Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Ilustrasi(Dok Istimewa)

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan bedah di Jakarta Raya terus diperkuat. Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia Jakarta Raya (PABI Jaya) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan bedah yang lebih bermutu melalui penguatan kompetensi tenaga medis, penerapan teknologi digital, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Raker PABI Jaya yang digelar bersamaan dengan Mini Simposium di Jakarta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satunya adalah komitmen untuk mendorong pelayanan bedah bermutu tinggi di Jakarta Raya sekaligus menegaskan bahwa ahli bedah umum dinilai kompeten sebagai koordinator dalam penatalaksanaan emergency traumatology di Unit Gawat Darurat (UGD).

"Raker PABI Jaya mendorong pelayanan bedah bermutu tinggi di Jakarta Raya. Selain itu, dipastikan bahwa ahli bedah umum dinilai kompeten sebagai koordinator dalam penatalaksanaan emergency traumatology di Unit Gawat Darurat," kata Ketua Umum PABI Jaya dr Yesaya Baringin Aroean SpB-ET FINACS.

Dalam forum tersebut, PABI Jaya juga kembali menegaskan penggunaan gelar SpB-ET (Spesialis Bedah Emergency Traumatology) bagi ahli bedah umum. Gelar tersebut sebelumnya telah diumumkan Ketua Kolegium Bedah Indonesia DR dr Supriyanto Dharmoredjo SpB-ET FINACS saat pelantikan Pengurus PABI Jaya periode 2026–2029 pada 16 Mei 2026.

Kepengurusan PABI Jaya periode 2026–2029 dipimpin dr Yesaya Baringin Aroean SpB-ET FINACS sebagai Ketua Umum, didampingi Sekretaris Umum dr Asrul Muhadi SpB-ET FINACS, Ketua Dewan Penasehat Dr dr Henry Boyke Sitompul SpB-ET FINACS, serta lima ketua departemen yang turut hadir dalam rapat kerja tersebut.

Menurut Yesaya, kepengurusan baru mengusung moto Rapid Respons, Kompeten, Adaptif, Kolaboratif, Komunikatif dengan visi menjadikan PABI Jaya sebagai organisasi profesi ahli bedah yang modern, profesional, relevan, serta mampu memberikan manfaat bagi anggotanya sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan bedah berkualitas di Jakarta Raya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, PABI Jaya akan menjalankan sejumlah program prioritas, antara lain pengembangan teknologi informasi dan digitalisasi organisasi, peningkatan kompetensi melalui pendidikan berkelanjutan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, serta meningkatkan advokasi dan kesejahteraan anggota.

"Menjaga marwah dan martabat ahli bedah Indonesia antara lain dengan memperkuat standar profesi dan etika profesi, memantau dan memastikan standar pelayanan bedah yang berkualitas, melakukan edukasi baik secara digital maupun langsung ke fasilitas kesehatan mengenai etika ahli bedah, serta terus meningkatkan peran ahli bedah di Unit Gawat Darurat dan eksistensi gelar SpB-ET," ujarnya.

PABI Jaya juga akan memperkuat sinergi dengan institusi pendidikan bedah, Kolegium Bedah Indonesia, penyelenggara jaminan kesehatan sosial, organisasi profesi, hingga Kementerian Kesehatan guna mencetak ahli bedah yang semakin terampil dan kompeten.

Pada bidang digitalisasi, lanjut Yesaya, organisasi akan mengembangkan berbagai layanan berbasis teknologi, mulai dari pendataan anggota secara digital, optimalisasi media sosial, podcast, dan call center, hingga sistem pelacakan masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR) yang akan mengingatkan anggota enam bulan sebelum izin praktik berakhir.

Selain itu, terang dia, PABI Jaya akan terus memperluas program pendidikan berkelanjutan dengan mengikuti perkembangan teknologi bedah terkini, termasuk memfasilitasi anggotanya mengikuti berbagai program fellowship untuk meningkatkan kompetensi profesional. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |