Pengelola Baru Bandung Zoo Vaksinasi Massal Unggas Koleksi

6 hours ago 1

PENGELOLA baru Bandung Zoo melakukan vaksinasi massal terhadap 200-an satwa unggas koleksi kebun binatang itu. Vaksinasi disebut untuk memperkuat daya tahan tubuh unggas menghadapi kondisi cuaca di Bandung saat memasuki puncak musim kemarau sekarang ini.

“Cuacanya tidak menentu kadang panas menyengat, ketika dingin juga anjlok suhunya bisa sampai 17 derajat Celsius,” kata kurator satwa Bandung Zoo, Rohman Suryaman, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dari total satwa penghuni Bandung Zoo yang berjumlah 700-an individu, jumlah satwa mendominasi hingga sepertiga. Jenis-jenis unggas itu seperti kakatua, makaw, elang, nuri, ayam-ayaman, burung-burung kecil, pelikan, bangau, ayam kate, dan burung merak.

Menurut Rohman, vaksinasi pada unggas rutin dilakukan setahun sekali menggunakan Vaksin ND (Newcastle Disease). Vaksin untuk unggas ini lazim dipakai untuk mencegah penyakit tetelo. “Pemberian vaksinnya ada yang disuntikkan, ada juga dicampur ke air minum,” kata dia.

Vaksinasi melibatkan seluruh pengasuh (keeper) satwa unggas serta dokter hewan yang dilakukan dalam satu hari pada Kamis pekan lalu. Sementara pemberian vaksin untuk satwa selain unggas berbeda waktu. Selain itu dilakukan juga pembersihan kandang dan pemberian disinfektan. “Sejauh ini tidak ada satwa yang mati,” ujar Rohman.

Selama setahun belakangan ini, Bandung Zoo ditutup mulai ditutup pada 6 Agustus 2025 setelah terjadi konflik internal manajemen. Hingga pada 3 Februari 2026 Kementerian Kehutanan mencabut izin lembaga konservasi pengelola yang dinaungi Yayasan Margasatwa Tamansari.

Setelah Pemerintah Kota Bandung melakukan lelang pengelola, pada 10 Juni 2026 ditetapkan pemenangnya adalah Faunaland. Lembaga konservasi dan kebun binatang di dalam kawasan Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, itu akan mengelola Kebun Binatang Bandung selama 26 tahun ke depan.

Walau hingga kini belum bisa membuka Bandung Zoo untuk kunjungan publik, pengelola sudah diwajibkan membayar kontribusi tahunan ke kas pemerintah Kota Bandung sebesar Rp 4,3 miliar. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan terdapat masa sekitar satu tahun untuk menyelesaikan sejumlah perizinan, seperti izin konservasi baru dan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Selain itu, proses administrasi lain seperti persetujuan bangunan gedung juga harus dipenuhi.

Menurut Farhan, pengelola juga harus mempertahankan sumber daya manusia yang lama agar keberlangsungan operasional tetap terjaga. Kemudian menjaga karakter khas Kebun Binatang Bandung, dan mendorong program pelepasliaran satwa sebagai bagian dari fungsi konservasi. Misalnya owa dan surili ke wilayah Bandung Selatan. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |