Ilustrasi(magnifik)
GANGGUAN kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan tidak hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian dini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat mengurangi harapan hidup karena meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis maupun kematian akibat penyebab tidak alami.
Salah satu studi yang diterbitkan dalam jurnal European Neuropsychopharmacology pada 2025 menganalisis data 126.573 pasien depresi di Hong Kong selama periode 2002-2021. Penelitian yang dipimpin Heidi Ka Ying Lo dan tim menemukan bahwa penderita depresi memiliki angka kematian lebih tinggi dibandingkan populasi umum, baik akibat penyakit alami maupun penyebab tidak alami seperti bunuh diri.
Penelitian tersebut memperkirakan penderita depresi kehilangan harapan hidup sekitar 5,67 tahun pada laki-laki dan 4,06 tahun pada perempuan. Risiko kematian akibat bunuh diri bahkan hampir delapan kali lebih tinggi, terutama pada kelompok usia 15–34 tahun. Meski demikian, sebagian besar kematian justru disebabkan oleh penyakit fisik, seperti penyakit kardiovaskular, gangguan pernapasan, dan kanker.
Temuan ini sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan sering kali berjalan berdampingan dengan penyakit kronis. Stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, memicu peradangan, mengganggu sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Selain faktor biologis, penderita depresi dan kecemasan juga cenderung mengalami gangguan tidur, kurang berolahraga, merokok, atau terlambat memeriksakan kondisi kesehatannya. Kombinasi faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kematian dini.
Para peneliti menegaskan bahwa kondisi ini dapat ditekan melalui penanganan sejak dini. Terapi psikologis, pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan, aktivitas fisik rutin, pola makan sehat, tidur yang cukup, serta dukungan sosial terbukti membantu memperbaiki kesehatan mental sekaligus mengurangi risiko penyakit fisik.
Karena itu, depresi dan kecemasan sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah emosional semata. Mengenali gejala sejak awal dan segera mencari bantuan profesional merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas hidup sekaligus meningkatkan harapan hidup dalam jangka panjang.
Sumber: sciencedirect, Pubmed































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















