Ilustrasi(magnifik)
BAYI yang berkeringat saat menyusu sering kali dianggap sebagai hal yang normal. Banyak orang tua mengira kondisi tersebut hanya disebabkan oleh cuaca yang panas atau pakaian yang terlalu tebal.
Padahal, para ahli mengingatkan bahwa keringat berlebih saat menyusu juga dapat menjadi salah satu tanda kelainan jantung bawaan (congenital heart defect), terutama jika disertai gejala lain seperti napas cepat, mudah lelah, atau berat badan yang sulit bertambah.
Menurut Mayo Clinic, tidak semua bayi yang berkeringat saat menyusu mengalami gangguan jantung. Namun, jika kondisi tersebut terjadi berulang dan muncul bersama gejala lain, orang tua disarankan segera memeriksakan buah hati ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui lebih dini.
Menyusu Bisa Menjadi Aktivitas yang Berat
Kelainan jantung bawaan adalah gangguan pada struktur jantung yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini dapat memengaruhi aliran darah sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.
Bagi bayi yang mengalami kelainan jantung, aktivitas menyusu bukanlah hal yang ringan. Proses mengisap, menelan, dan bernapas secara bersamaan membutuhkan energi yang cukup besar. Akibatnya, bayi lebih mudah lelah dan tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat, terutama di area kepala dan leher saat menyusu.
Waspadai Gejala yang Menyertai
Selain berkeringat, terdapat beberapa gejala lain yang perlu menjadi perhatian orang tua. Bayi dengan kelainan jantung bawaan dapat mengalami napas yang lebih cepat atau tampak sesak, sering berhenti saat menyusu karena kelelahan, hingga membutuhkan waktu lebih lama untuk menghabiskan ASI atau susu formula.
Pada beberapa kasus, bayi juga mengalami kesulitan menambah berat badan, kulit atau bibir tampak kebiruan (sianosis), serta terlihat lemas akibat kurangnya pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Gejala tersebut dapat muncul sejak lahir maupun berkembang dalam beberapa minggu atau bulan pertama kehidupan.
Pentingnya Deteksi Sejak Dini
Penyebab pasti sebagian besar kelainan jantung bawaan belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang memengaruhi perkembangan jantung janin selama kehamilan.
Karena itu, orang tua disarankan tidak mengabaikan perubahan pola menyusu maupun kondisi fisik bayi. Jika bayi sering berkeringat saat menyusu disertai gejala lain, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosis sejak dini dapat membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai, mulai dari pemantauan rutin, pemberian obat, hingga tindakan medis apabila diperlukan.
Meski berkeringat saat menyusu tidak selalu menandakan adanya kelainan jantung, kewaspadaan tetap diperlukan. Mengenali gejala sejak awal dapat membantu bayi memperoleh penanganan lebih cepat dan meningkatkan peluang tumbuh kembang yang optimal.
Sumber: Alodokter































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















