DOKTOR dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Ratih Luhuring Tyas.(Dok. Antara)
DOKTOR dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Ratih Luhuring Tyas, berhasil mengembangkan metode analisis keselamatan reaktor nuklir yang lebih komprehensif. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi atas kekhawatiran publik terkait risiko penggunaan energi nuklir di masa depan.
Melalui disertasinya yang berjudul "Pengembangan Metode Identifikasi Initiating Event (IE) untuk Analisis Keselamatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)", Ratih memperkenalkan metode Integrated Logic Deviation Failure Method (ILDFM). Metode ini dirancang khusus untuk mendeteksi peristiwa atau gangguan awal yang berpotensi memicu kecelakaan sejak tahap perancangan sistem reaktor.
Dekan FTUI, Kemas M. Ridwan Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi ilmiah tersebut. Menurutnya, riset ini sangat relevan dengan kebutuhan teknologi strategis nasional.
"Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode analisis keselamatan nuklir, khususnya pada aspek identifikasi risiko sejak tahap awal desain dan operasi sistem reaktor," ujar Kemas dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).
Keunggulan Metode ILDFM
Berbeda dengan pendekatan konvensional yang cenderung fokus pada aspek teknis mesin, ILDFM menggabungkan tiga elemen krusial:
- Analisis logika sistem.
- Penyimpangan operasi.
- Potensi kegagalan alat.
Dengan penggabungan ini, ILDFM mampu memetakan skenario risiko secara lebih luas, termasuk mengantisipasi faktor kelalaian manusia (human error) serta bahaya internal seperti kebakaran. Pendekatan menyeluruh ini diklaim telah selaras dengan rekomendasi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Uji Coba pada Reaktor Nasional
Keandalan metode ILDFM telah diuji menggunakan data reaktor rujukan internasional (HTR-10) dan diterapkan pada desain reaktor nasional PeLUIt-40. Reaktor ini berbasis teknologi reaktor gas suhu tinggi atau High Temperature Gas-cooled Reactor (HTGR).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ILDFM mampu mengidentifikasi risiko secara lebih mendalam, sehingga memberikan fondasi keselamatan yang lebih kokoh bagi operasional reaktor. Atas pencapaian ini, penelitian Ratih telah menghasilkan pengajuan paten sederhana serta hak cipta untuk perangkat lunak visualisasi bernama ILDFM-Viz.
Kehadiran metode ini diharapkan menjadi "sistem pelindung berlapis" yang memastikan PLTN di masa depan dirancang tanpa celah bahaya. Dengan jaminan keamanan yang riil, masyarakat diharapkan dapat menikmati pasokan energi bersih, murah, dan efisien tanpa rasa khawatir terhadap keselamatan jiwa maupun lingkungan. (Ant/H-3)

















































