Pemimpin Dunia Bergantian Temui Presiden Prabowo, Sinyal Pergeseran Geopolitik Global

4 hours ago 8
Pemimpin Dunia Bergantian Temui Presiden Prabowo, Sinyal Pergeseran Geopolitik Global Presiden Prabowo Subianto (kanan) mengantarkan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong (dua kanan) ke pesawat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7/2026)(BPMI Sekretariat Presiden)

KUNJUNGAN sejumlah pemimpin dunia ke Indonesia dalam waktu berdekatan dinilai mencerminkan meningkatnya perhatian internasional terhadap posisi strategis Indonesia. Pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai fenomena ini tidak terlepas dari pergeseran peta kekuatan dunia yang sedang berlangsung menuju tatanan baru.

Belakangan ini, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sejumlah kepala negara dan pemerintahan, termasuk Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, hingga Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Menurut Rezasyah, para pemimpin dunia menyadari adanya perubahan tajam dalam keseimbangan kekuatan internasional.

"Kepemimpinan global Amerika Serikat sedang menurun, sementara kepemimpinan global Tiongkok sedang menaik," ujar Teuku Rezasyah saat dihubungi Media Indonesia, Senin (6/7). Ia menambahkan bahwa dinamika konflik di Timur Tengah, seperti ketahanan Iran, menjadi indikator melemahnya dominasi militer dan dukungan sekutu AS.

Dalam jangka panjang, Rezasyah memprediksi dunia akan bergerak menuju sistem multipolar. Dalam tatanan ini, Indonesia berpeluang menjadi simpul strategis bagi berbagai kekuatan internasional, mulai dari Gerakan Non-Blok, Liga Arab, hingga kelompok MIKTA dan D8.

Faktor kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tegas, terukur, dan mampu menjalin kedekatan dengan berbagai pemimpin dunia turut menjadi daya tarik utama. Kombinasi antara gaya kepemimpinan tersebut dengan kekuatan ekonomi serta posisi geografis di Indo-Pasifik menjadikan Indonesia sebagai rujukan baru di kancah global.

Rezasyah menekankan agar momentum ini dimanfaatkan pemerintah untuk menghasilkan kerja sama yang konkret. Ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan kesepakatan internasional agar memberikan manfaat nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas.

"RI hendaknya konsisten dengan semua kesepakatan yang telah dibuat. Semua kesepakatan tersebut hendaknya memiliki pencapaian yang terukur untuk masyarakat," pungkasnya. (Fer/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |