Fenomena Aphelion 2026 terjadi pada 6 Juli.(Dok. NASA)
Fenomena astronomi Aphelion dijadwalkan terjadi pada 6 Juli 2026, menandai momen ketika Bumi mencapai titik terjauh dari Matahari dalam lintasan orbitnya. Berdasarkan laporan Times of India, pada puncak fenomena ini, Bumi akan berada pada jarak sekitar 152,1 juta kilometer dari pusat tata surya.
Untuk wilayah Indonesia, peristiwa ini tetap merujuk pada penanggalan lokal tanggal 6 Juli 2026. Meskipun Bumi berada pada posisi terjauh, para ahli menekankan bahwa fenomena ini merupakan siklus tahunan yang wajar karena bentuk orbit Bumi yang tidak sepenuhnya bulat sempurna (elips).
Penjelasan NASA Mengenai Aphelion
Banyak anggapan keliru bahwa jarak terjauh dari Matahari akan menyebabkan suhu Bumi mendingin secara drastis. Namun, NASA menjelaskan bahwa perubahan jarak ini tidak berhubungan langsung dengan pergantian musim. Musim di Bumi lebih dipengaruhi oleh kemiringan sumbu planet sebesar 23,5 derajat, bukan oleh jaraknya dari Matahari.
NASA menegaskan bahwa perbedaan jarak selama Aphelion memang ada, tetapi pengaruhnya terhadap cuaca sehari-hari sangat kecil dibandingkan pengaruh kemiringan sumbu Bumi. Saat ini, belahan Bumi utara justru sedang mengalami musim panas karena posisinya yang condong ke arah Matahari, sehingga menerima sinar secara lebih langsung.
Dampak Fenomena bagi Indonesia
Terkait dampaknya di Indonesia, fenomena Aphelion 2026 dipastikan tidak akan memicu perubahan cuaca ekstrem. Sebagai negara tropis, kondisi suhu di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh faktor atmosfer, dinamika laut, dan pola iklim regional daripada posisi astronomis Aphelion.
Kesimpulan: Aphelion adalah pengingat akan dinamika orbit Bumi. Masyarakat tidak perlu khawatir akan penurunan suhu drastis, karena fenomena ini lebih merupakan peristiwa astronomi rutin yang dampaknya tidak signifikan terhadap cuaca harian di tanah air.
Dengan demikian, Aphelion 2026 menjadi momentum edukasi bagi masyarakat untuk memahami bahwa posisi Bumi dalam orbitnya terus berubah, namun stabilitas iklim tetap terjaga oleh berbagai faktor atmosfer yang lebih kompleks. (Times of India/Z-10)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)












