BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog mengisi beras kualitas premium produksi mereka di retail modern. “Nah Bulog mengisi kekurangan suplai, jadi bukan langka. Ini bisa diisi oleh Bulog,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.
Pernyataan itu disampaikan Ketut dalam rapat koordinasi ketersediaan dan stabilisasi harga beras di ritel modern yang digelar Bapanas secara daring, pada 5 Juni 2026. Salah satu hasil rapat tersebut adalah menugaskan Bulog mempercepat intervensi pasar melalui penyaluran beras medium maupun premium untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga di tingkat konsumen.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Ketut Astawa, jumlah beras premium di retail modern saat ini terbatas. Kondisi ini perlu dimanfaatkan Bulog untuk masuk mengisi beras komersial mereka di retail modern. Adapun merek beras premium yang diproduksi Bulog, kata Ketut, adalah Befood, Punokawan, dan Sentra Ramos.
Ketut Astawa mengatakan, dalam laporan yang diterima Badan Pangan Nasional, Bulog memiliki sebanyak 11,4 ribu ton stok beras premium per 12 Juni 2026. Realisasi pengadaan setara beras untuk stok komersial saat ini mencapai 45,5 ribu ton dari total pengadaan 3,1 juta ton.
Sementara itu, dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR pada Kamis, 10 Juni 2026, Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengusulkan Bulog agar tidak hanya fokus memproduksi beras kualitas medium yang diperuntukan untuk program stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP). “Justru itu Bulog harus buat beras premium lebih banyak," kata Amran.
Dalam rapat itu, Amran melaporkan stok beras nasional di gudang Bulog mencapai 5,3 juta ton. Sementara itu, daya tampung gudang Bulog hanya sampai 3 juta ton. Walhasil, Amran mengatakan, Bulog menyewa gudang untuk menyimpan stok beras. Dengan jumlah yang melimpah itu, Amran meminta pengusaha tidak memainkan harga komoditas pangan tersebut. "Tolong sekali lagi, seluruh pedagang beras seluruh Indonesia, jangan mempermainkan harga,” ujarnya.
Amran mengatakan Badan Pangan Nasional sudah bekerja sama dengan kepolisian untuk memantau pengusaha dan harga beras. Ia mengatakan, satuan tugas pangan akan menindak pengusaha beras yang berlaku curang.

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)














