Sebanyak 151 pekebun kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mengikuti Pelatihan Budi Daya Program Pengembangan SDM Perkebunan.(Dok.Istimewa)
SEBANYAK 151 pekebun kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mengikuti Pelatihan Budi Daya Program Pengembangan SDM Perkebunan yang digelar PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute).
Pelatihan berlangsung di salah satu hotel di Banda Aceh, selama sepekan Senin-Sabtu (13-18). Pelatihan tersebut dibuka Kepala UPTD Balai Benih Hortikultura, Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ahmad Zaini.
Dalam sambutanya, ia menyampaikan bahwa kelapa sawit memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian masyarakat Aceh, terutama di wilayah sentra perkebunan seperti Aceh Tamiang.
“Pekebun sawit swadaya perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengelola kebun secara tepat, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Ahmad Zaini Senin (13/7).
Menurut Zaini, kemajuan perkebunan sawit di Aceh harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia pekebun.
Kegiatan tersebut didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Melalui pendanaan pelatihan, BPDP hadir langsung untuk membantu pekebun swadaya meningkatkan kompetensi, memperbaiki praktik budi daya, dan memperkuat daya saing sawit rakyat. Dukungan BPDP dalam kegiatan ini menjadi bukti kepedulian terhadap peningkatan kapasitas petani sawit Indonesia.
Dalam pembukaan pelatihan, Komisaris PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), Sumarna, melalui laporan sekaligus sambutannya menjelaskan pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan teknis pekebun di lapangan. Sumarna juga memaparkan bahwa kebutuhan dunia terhadap kelapa sawit masih terbuka luas karena komoditas ini digunakan dalam sektor pangan, energi, kosmetik, farmasi, dan berbagai industri turunan.
Para peserta nantinya diberikan materi mengenai pemilihan bibit unggul, pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga pengelolaan kebun yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.Teknik budi daya unggul menjadi upaya yang penting dilakukan, karena kualitas sawit nasional sangat ditentukan oleh kemampuan pekebun dalam menerapkan praktik perkebunan yang baik sejak dari hulu.
Sawit yang berkualitas harus dimulai dari budi daya yang baik dan tepat, mulai dari penggunaan bibit unggul, perawatan tanaman yang benar, pemupukan terukur, hingga pengelolaan kebun yang konsisten dan berkelanjutan.
Selama enam hari pelaksanaan, para peserta dipastikan mengikuti pembelajaran yang berfokus pada penguatan keterampilan praktis budi daya kelapa sawit. Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi bekal bagi pekebun untuk memperbaiki tata kelola kebun masing-masing.
Program pelatihan dilaksanakan menjadi langkah nyata untuk memperkuat kapasitas pekebun sawit rakyat agar mampu mengelola kebun secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. (E-2)

















































