PAKAR Onkologi dari Parkway Cancer Centre Singapura, See Hui Ti.(Dok. Antara)
PAKAR Onkologi dari Parkway Cancer Centre Singapura, See Hui Ti, mengungkapkan optimisme terhadap tingkat kesembuhan kanker saat ini. Ia menyebut bahwa harapan hidup pasien kanker terus mengalami peningkatan yang signifikan berkat kemajuan teknologi medis dan metode pengobatan kanker yang semakin presisi.
Dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (16/7), Dr. See menjelaskan bahwa meskipun jumlah kasus kanker secara global menunjukkan tren kenaikan, perkembangan terapi memungkinkan pasien untuk bertahan hidup lebih lama. "Banyak pasien dapat hidup lebih dari 10–15 tahun setelah diagnosis karena adanya pengobatan yang semakin presisi," ujarnya.
Kaitan Obesitas dan Risiko Kanker
Meski teknologi medis berkembang pesat, dokter See mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap faktor risiko gaya hidup. Ia menyoroti hubungan erat antara kadar insulin, obesitas, dan beberapa jenis kanker tertentu.
Beberapa jenis kanker yang dipicu oleh kondisi tersebut antara lain:
- Kanker payudara
- Kanker rahim
- Kanker usus besar (kolon)
- Kanker lambung
- Kanker prostat
- Kanker ginjal
Ia menekankan pentingnya menjaga berat badan ideal melalui asupan gizi seimbang, terutama bagi perempuan untuk mencegah kanker serviks dan payudara. Namun, ia memberikan catatan bahwa berat badan ideal bersifat personal dan dipengaruhi faktor genetik.
"Menurunkan berat badan dari obesitas ke normal sangat membantu. Namun, bagi yang sudah normal tidak perlu menjadi terlalu kurus. Khusus untuk perempuan di atas 50 tahun atau pascamenopause, menjaga tubuh tetap ramping memberikan perlindungan risiko yang lebih baik," tambahnya.
Vaksinasi dan Pengelolaan Stres
Terkait pencegahan kanker serviks, dokter See mendorong orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi HPV sesuai anjuran pemerintah sebagai langkah proteksi utama.
Selain faktor fisik, aspek psikologis juga memegang peranan krusial dalam proses penyembuhan. Berdasarkan pengalaman klinisnya, dokter See menegaskan bahwa stres berkepanjangan dapat memicu kekambuhan sel kanker.
Faktor pemicu stres yang sering ditemukan meliputi konflik rumah tangga, masalah keluarga, hingga tekanan emosional jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan medis saat ini tidak hanya fokus pada terapi fisik, tetapi juga membantu pasien dalam mengelola kondisi psikologis mereka demi mencapai pemulihan yang optimal. (Ant/H-3)

















































