Petugas Posyandu melayani warga yang memeriksakan tumbuh kembang anak mereka di Posyandu, Komplek Astek, Tangerang Selatan, Selasa (12/9/2023).(MI/AGUNG WIBOWO)
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memutus mata rantai stunting dengan menggeser fokus penanganan ke arah hulu. Tak lagi sekadar berfokus pada balita yang bergejala, Pemkot Tangsel memperketat pengawasan kesehatan ibu dan anak sejak masa pra-kehamilan untuk memastikan intervensi gizi optimal di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Upaya lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga kader PKK ini mulai membuahkan hasil. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, mengungkapkan angka prevalensi stunting di wilayahnya kini telah menyentuh angka 8,2 persen.
"Berkat kerja keras dan sinergi semua pihak, angka stunting di Tangsel saat ini berhasil ditekan hingga menyentuh 8,2 persen. Capaian ini sudah berada jauh di bawah rata-rata target nasional," ujar Asep Minggu (19/7/2026).
Digitalisasi Data dan Literasi Lewat Gawai
Guna mempertahankan tren positif dan mengejar target zero stunting, Diskominfo Tangsel mengambil peran krusial dengan memperkuat infrastruktur data yang terintegrasi dari posyandu hingga tingkat kota. Sistem ini mempermudah pemetaan sebaran secara real-time agar bantuan tepat sasaran.
Selain itu, Asep menjelaskan pihaknya gencar meluncurkan edukasi gizi secara digital melalui infografis, video pendek, dan podcast untuk meluruskan mitos pola asuh keliru di media sosial. Layanan edukasi ini ditopang oleh penguatan internet gratis melalui program Smart Kampung atau Smart Kelurahan.
"Dengan akses internet yang stabil hingga ke pelosok RT/RW, para kader posyandu dan warga bisa lebih cepat mengakses aplikasi pelaporan gizi serta mengikuti kelas pengasuhan anak secara daring tanpa terkendala kuota," imbuh Asep.
Benyamin Davnie: Investasi Terbesar Masa Depan Tangsel
Langkah taktis hilirisasi informasi digital ini sejalan dengan arahan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Benyamin menegaskan bahwa benteng pertama dalam pencegahan stunting sebenarnya berada pada kesiapan fisik dan pengetahuan calon ibu sebelum kehamilan terjadi.
Pihak pemkot kini intensif memberikan layanan pendampingan dan pemenuhan gizi bagi calon pengantin serta ibu hamil. Namun, Benyamin mengingatkan bahwa kesuksesan program ini harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta keaktifan mengunjungi posyandu.
"Investasi terbaik untuk masa depan Kota Tangerang Selatan adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga memasuki usia emas pertumbuhan. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul," pungkas Benyamin. (H-2)

















































