Operator Teleprompter Gedung Putih Diselidiki Terkait Taruhan Pidato Donald Trump

3 hours ago 1
Operator Teleprompter Gedung Putih Diselidiki Terkait Taruhan Pidato Donald Trump Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato sembari membaca teks di teleprompter.(AFP/ERIC BARADAT)

SEORANG operator teleprompter Gedung Putih kini diselidiki setelah diduga memanfaatkan informasi orang dalam untuk memasang taruhan pada isi pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Aksi ini dilaporkan menghasilkan keuntungan hampir US$100.000 atau sekitar Rp1,58 miliar (asumsi kurs Rp15.800/US$).

Gabriel Perez, yang telah bekerja di Gedung Putih sejak 2016, dituduh memasang taruhan pada kata-kata spesifik yang akan diucapkan presiden selama pidato publik utama, termasuk pidato kenegaraan State of the Union. Transaksi mencurigakan ini dilakukan melalui Kalshi, sebuah platform pasar prediksi yang memungkinkan pengguna bertaruh pada peristiwa dunia nyata.

Kronologi Penemuan Kasus

Pihak Kalshi mengonfirmasi bahwa analis mereka mulai menyadari adanya aktivitas taruhan yang tidak biasa pada Maret di sektor "mention markets". Ini adalah jenis kontrak ketika pengguna memprediksi apakah seorang pembicara akan menggunakan istilah umum tertentu, seperti nama negara, istilah ekonomi, atau slogan kampanye.

Berdasarkan data akun, perusahaan menemukan bahwa pengguna tersebut adalah pegawai federal yang mengoperasikan teleprompter di Gedung Putih. Kalshi segera membekukan dana lebih dari US$90.000 sebelum sempat ditarik oleh Perez.

Robert DeNault, Kepala Penegakan Hukum Kalshi, menyatakan bahwa pihaknya telah menandai transaksi tersebut dan menyerahkan bukti-bukti kepada regulator, yakni Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Detail Kasus Gabriel Perez:

Item Informasi
Nama Terduga Gabriel Perez
Jabatan Operator Teleprompter Gedung Putih (sejak 2016)
Platform Taruhan Kalshi
Estimasi Keuntungan Hampir US$100.000 (Sekitar Rp1,58 Miliar)
Status Saat Ini Cuti tidak dibayar / Diberhentikan

Respons Gedung Putih dan Tindakan Hukum

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Presiden Trump telah mengetahui situasi ini. Ia mengonfirmasi bahwa Perez saat ini sedang menjalani cuti tidak dibayar dan dipastikan tidak akan bekerja lagi di Gedung Putih di masa mendatang.

Meskipun penyelidikan oleh regulator sedang berlangsung, laporan dari ABC News menyebutkan bahwa jaksa federal di Manhattan memutuskan untuk tidak membuka kasus pidana terkait masalah ini. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa Perez bersikap "sangat kooperatif" dengan pihak CFTC.

Pihak Kalshi menekankan pentingnya integritas dalam pasar prediksi ini.

"Kata-kata pemimpin politik seperti Presiden dan Ketua Fed dapat menyebabkan pergerakan miliaran dolar di pasar valuta asing, kontrak berjangka minyak, dan pasar saham," tegas pihak Kalshi dalam pernyataannya.

Hingga saat ini, CFTC menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut dan tidak mengonfirmasi maupun membantah adanya penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap Perez. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |