Ilustrasi(magnific)
PENYAKIT kardiovaskular masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2025, serangan jantung dan stroke menjadi penyebab kematian terbesar yang merenggut hampir 800.000 nyawa setiap tahunnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI), dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP, FIHA, menekankan pentingnya langkah pencegahan dibandingkan pengobatan. Menurutnya, mengenali dan mengendalikan faktor risiko adalah kunci utama menghindari serangan jantung.
Waspadai Hipertensi dan Gaya Hidup
Salah satu faktor risiko utama yang harus diwaspadai adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. dr. Ade mengingatkan masyarakat untuk sadar akan angka tensi mereka. Jika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg, maka kondisi tersebut sudah masuk kategori hipertensi dan wajib mendapatkan pengobatan.
Langkah awal pencegahan bisa dimulai dari modifikasi gaya hidup, terutama pola makan.
"Bisa dimulai dengan penerapan gaya hidup seperti mengurangi diet garam, tidak mengonsumsi ikan asin terlalu banyak," ujar dr. Ade saat ditemui dalam acara ASMIHA ke-35 di Jakarta, Kamis.
Jika perubahan gaya hidup tidak cukup menurunkan tekanan darah, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Kolesterol, Diabetes, dan Bahaya Merokok
Selain hipertensi, kadar kolesterol jahat (LDL) dan kadar gula darah (diabetes) juga memegang peranan krusial. dr. Ade menyarankan agar kadar LDL dijaga di bawah 100 mg/dL. Sementara bagi penderita diabetes, kadar HbA1c harus dikontrol agar tetap di bawah 7%.
Faktor risiko lain yang tidak kalah berbahaya adalah merokok. dr. Ade menceritakan pengalamannya menangani pasien berusia sangat muda, yakni 24 tahun, yang terkena serangan jantung akibat merokok tiga bungkus sehari. Meski tidak ditemukan penyempitan pembuluh darah secara alami, aktivitas merokok tersebut menyebabkan sumbatan total pada pembuluh darah koroner.
Target Indikator Kesehatan Jantung
Untuk memudahkan masyarakat dalam memantau kondisi kesehatan, berikut adalah parameter faktor risiko yang perlu diperhatikan:
| Tekanan Darah (Tensi) | Di bawah 140/90 mmHg |
| Kolesterol Jahat (LDL) | Di bawah 100 mg/dL |
| Gula Darah (HbA1c) | Di bawah 7 persen |
| Kebiasaan Merokok | Berhenti total |
Peluang Pencegahan Hingga 80%
Mengobati faktor-faktor risiko di atas secara konsisten dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner secara signifikan. dr. Ade menjelaskan bahwa faktor keturunan atau genetik hanya menyumbang sekitar 20% dari risiko penyakit kardiovaskular.
"Kalau kita tidak merokok, tidak hipertensi, tidak kolesterol tinggi, dan tidak diabetes, itu mengurangi risiko hingga 80 persen. Karena 20 persen sisanya adalah faktor keturunan atau genetik," pungkasnya. (Ant/Z-1)


















































