Kebakaran hebat melanda Kanada hingga asapnya menyelimuti wilayah AS. Kualitas udara Detroit memburuk drastis, sementara sebuah desa dilaporkan rata dengan tanah.(Media Sosial X)
KRISIS kebakaran hutan hebat kembali melanda Kanada. Berdasarkan data Canadian Wildland Fire Information System hingga Kamis, tercatat ada 858 titik api yang aktif membakar wilayah tersebut, termasuk 30 titik api baru. Mayoritas dari kebakaran ini dilaporkan masih berada di luar kendali.
Dampak dari kebakaran besar di wilayah barat laut Ontario ini menghasilkan kepulan asap tebal yang kini bergerak ke selatan. Kondisi ini memicu peringatan kualitas udara berbahaya di sejumlah negara bagian Amerika Serikat (AS), seperti Michigan, Minnesota, wilayah Midwest, hingga wilayah Northeast.
Badan Cuaca Nasional AS (NOAA) menyatakan kualitas udara di Michigan dan Minnesota kini masuk dalam kategori "berbahaya," dan warga diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan. Berdasarkan pelacak kualitas udara Swiss, IQAir, Kota Detroit di Midwest saat ini menempati posisi terburuk di dunia untuk urusan kualitas udara, disusul oleh Minneapolis, Chicago, dan Toronto.
Pemukiman Warga Rata dengan Tanah
Di Kanada sendiri, situasi terpantau sangat kritis. Kebakaran di utara Ontario memaksa warga dari komunitas First Nations (suku asli) untuk dievakuasi. Beberapa rekaman video bahkan menunjukkan warga yang terpaksa melarikan diri dari daerah terpencil tersebut menggunakan perahu.
Chief Namaygoosisagagun First Nation, Helen Paavola, mengungkapkan kesedihannya setelah melihat kondisi wilayahnya dari udara.
"Semua rumah sudah hilang. Tidak ada yang tersisa," ujar Paavola dalam wawancaranya dengan media lokal CityNews pada Kamis. Ia juga menyebut komunitasnya kini telah "terbakar menjadi abu".
Meski wilayah Ontario diprediksi akan diguyur hujan badai dalam beberapa hari ke depan, intensitas curah hujan diperkirakan belum cukup kuat untuk memadamkan kobaran api secara signifikan.
Ketegangan Politik dan Faktor Iklim
Krisis tahunan yang terus berulang ini memicu rasa frustrasi dari anggota parlemen Republik di Michigan. Mereka melayangkan surat terbuka kepada Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menuntut manajemen kebakaran hutan yang lebih baik.
"Satu tahun telah berlalu, musim ini datang lagi, dan tidak ada yang berubah kecuali kesabaran kami yang sudah habis," bunyi surat yang ditandatangani oleh empat perwakilan House daerah tersebut.
Menanggapi kritik tersebut, PM Mark Carney menegaskan kedua negara memiliki tanggung jawab bersama dalam memerangi perubahan iklim. Ia juga memastikan pemerintahannya terus berkomunikasi erat dengan pemerintah provinsi dan komunitas lokal. Sementara itu, Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, menegaskan pihaknya telah mengerahkan lebih dari 150 kru pemadam kebakaran. "Kami akan mengeluarkan biaya berapa pun yang diperlukan," tegas Ford.
Pakar geografi dan lingkungan dari University of Western Ontario, Profesor Laura Chasmer, menjelaskan kebakaran hutan ini sangat dipengaruhi oleh cuaca ekstrem.
"Ini terkait dengan beberapa pemanasan iklim ekstrem yang kita lihat, serta mengeringnya permukaan atmosfer," kata Chasmer.
Chasmer menambahkan, tren kebakaran kini bergeser dari wilayah barat ke timur Kanada, seperti Ontario, Quebec, dan provinsi Atlantik. Akibatnya, dampak asap menjadi lebih jelas terlihat di kota-kota padat penduduk seperti Toronto dan New York. Skala dan intensitas api yang sangat besar membuat upaya pemadaman total menjadi sangat sulit. Waktu fokus utama petugas saat ini adalah menahan agar api tidak merembet ke kota-kota terdekat. (BBC/Z-2)


















































