TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memberlakukan rekayasa lalu lintas one way menuju Jakarta di Ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jumat, 4 April 2025, untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2025. Kebijakan ini dilakukan atas diskresi Kepolisian dan diterapkan penuh oleh Representative Office 2 JTT.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, mengimbau pengguna jalan mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan di jalan tol. “Pastikan kondisi kendaraan dan pengemudi prima, periksa kecukupan BBM, daya baterai, serta saldo uang elektronik. Patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 April 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Rekayasa lalu lintas dimulai dari KM 219 Jalan Tol Kanci–Pejagan hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta–Cikampek sejak pukul 16.20 WIB. Dengan demikian, sepanjang 25 kilometer Ruas Jalan Tol Palimanan–Kanci kini hanya digunakan untuk kendaraan yang mengarah ke Jabodetabek.
Peningkatan sudah terlihat dari beberapa hari yang lalu. Berdasarkan data Kamis, 3 April 2025, tercatat 455.994 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada periode H1 hingga H+1 libur Idul Fitri 1446 H atau Lebaran 2025 yang berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2025. Data tersebut merupakan angka kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yakni GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.
Total volume lalu lintas yang kembali ke Jabotabek mengalami peningkatan sebesar 17,3 persen dibandingkan dengan kondisi normal sebanyak 388.634 kendaraan. Mayoritas kendaraan berasal dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) dengan total 215.044 kendaraan atau 47,2 persen dari total volume lalu lintas. “Sementara itu, kendaraan dari arah Barat (Merak) tercatat sebanyak 128.694 kendaraan (28,2 persen), dan dari arah Selatan (Puncak) sebanyak 112.256 kendaraan (24,6 persen),” ujar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 April 2025.